Pembinaan Gepeng, Orang Gila, dan Anak Punk – Kadinsos Disarankan Lobi Dana Pusat

Soal keluhan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Padangsidimpuan (Psp), Ali Sutan, yang menyebutkan tidak ada dana untuk pembinaan gelandangan dan pengamen (gepeng), orang gila, dan anak punk, ditanggapi miring oleh sejumlah kalangan. Mereka menyarankan agar Kadinsos melobi dana ke pusat bila tiada dana untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ketua Pekerja Sosial (Peksos) Psp, Baun Aritonang, kepada METRO, Selasa (28/12),  meminta Kadinsos jangan cengeng dan mengeluh serta berharap dana dari APBD saja. “Kita kan sudah sampaikan ini berulang kali, kalau APBD Psp tidak sanggup, kita bisa bikin terobosan dengan melakukan lobi ke provinsi atau pusat untuk mendapatkan dana bantuan sosial. Banyak dana di pusat asal mau bekerja,” ujar Baun. Menurutnya, yang diperlukan Kadinsos dan jajarannya adalah keseriusan untuk mengejar dana ke provinsi atau pusat dan memanfaatkan semua potensi yang ada, mulai koneksi maupun potensi yang ada di Kota Psp. “Intinya kita harus punya program jangka pendek, jangka panjang, dan strategi yang untuk melaksanakan program,” ucapnya.

Sementara itu pengamat sosial, Arman Badrisyah Hasibuan, menambahkan, sebagai kota jasa yang terus berkembang, maka di Psp akan semakin banyak muncul permasalahan sosial yang bersentuhan dengan masyarakat dan berimbas secara ekonomi, kesehatan, keamanan di Kota Psp.

Dalam hal ini, kata Arman, tugas Dinsos akan semakin berat. Jika Dinsos tidak segera membuat perencanaan program yang berkelanjutan maka persoalan sosial di Psp tidak akan bisa dicarikan solusi. “Kalau hanya dana dari APBD saja, bagaimana mungkin persoalan sosial yang ada bisa kita selesaikan? Jadi kita perlu mengambil dana-dana dari pusat sebanyak mungkin,” sarannya.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor Bupati Tapsel : Tanah Rakyat Digusur, Pejabat Jadi Tuan Takur

Dengan adanya program dibarengi dengan ketersediaan dana maka pembinaan untuk persoalan sosial, seperti gepeng, orgil ataupun anak-anak punk, mudah diatasi. Misalnya dengan membuat rumah singgah yang di dalamnya ada pelatihan keterampilan.

Arman menegaskan, pihaknya siap diajak kerja sama untuk memanfaatkan koneksi pusat untuk melobi dana dari Kementerian Sosial (Kemensos) agar mengucur ke Pemko Psp. “Kita siap diajak kerja sama agar dana di Kemensos bisa mengucur ke Psp,” ucapnya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*