Pembukaan Acara Pesta Danau Toba Tahun 2010.

Pesta Danau Toba (PDT) akan menjadi event nasional tahunan dengan jadwal yang tetap. Tujuannya, mempromosikan Danau Toba hingga keluar negeri. Janji ini diungkapkan Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Budaya dan Pariwisata, DR Sapta Nirwandar, dalam sambutannya pada pembukaan PDT tahun 2010 di Pagoda Open Stage Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/10).

TORTOR TUNGGAL PANALUAN- Pagelaran Tortor Tunggal Panaluan di Pembukaan Pesta Danau Toba, di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/10).

“Kementerian siap membantu mempromosikan pariwisata Danau Toba ke luar negeri. Pesta Danau Toba akan kita jadikan sebagai ikon pariwisata Indonesia dalam kalender event nasional,” ujar Sapta.

Lebih lanjut Sapta mengatakan, tampilan pariwisata Danau Taba perlu mendapat perhatian bersama. Sapta juga mengatakan, ada wahana untuk memperkenalkan obyek pariwisata di Indonesia kepada wisatawan lokal maupun mancanegara, yaitu event olahraga dan budaya yang dikemas secara apik. Menurut Sapta, kegiatan seperti PDT merupakan salah satu wahana budaya yang harus didukung untuk mempromosikan pariwisata Indonesia

PDT, katanya, semestinya menjadi wahana promosi pariwisata yang dapat diandalkan untuk menghadirkan wisatawan nasional dan mancanegara, sembari meminta dukungan semua pihak untuk memerhatikan tampilan pariwisata Indonesia.

Sementara Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang turut hadir mengatakan PDT yang sudah berlangsung selama 31 kali sejak tahun 1979 harus dipertahankan. Sebab event ini pernah mendunia dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat internasional.

“Danau Toba merupakan aset penting bagi pariwisata Indonesia dan dunia,” ujar Ratu Hemas.

Menurut Ratu Hemas, PDT dapat dijadikan sebagai contoh bagi daerah lain yang memiliki danau, karena telah memberikan dampak yang besar sebagai ikon pariwisata di Indonesia dan unggulan di dunia.

Baca Juga :  Kasus Tapsel, Rahudman 'stel' polisi?

Sebelumnya, Ketua PDT 2010 Parlindungan Purba dalam laporannya mengatakan, PDT akan dilaksanakan selama empat hari hingga Minggu (24/10), dengan mempertandingkan dan memperlombakan beragam kegiatan. Parlindungan juga menceritakan sesuatu yang membanggakan PDT tahun ini, yang dihadiri beberapa konsul dari negara sahabat, seperti Amerika Serikat, Malaysia, dan Polandia. Diharapkan kedatangan mereka membawa kenangan indah sekaligus menjadi ajang promosi di negaranya masing-masing. Sehingga pada musim liburan, mereka akan datang kembali ke Danau Toba Parapat.

Sementara sesepuh Batak, Cosmas Batubara dalam arahannya mengutarakan agar sasaran PDT dapat tercapai. Ia tak lupa mengingatkan warga yang tinggal di tepian Danau Toba agar dapat berperan aktif menjaga lingkungannya, sehingga tetap bersih dengan tidak membuang sampah ke danau.

“Itu saja sudah membantu,” ujarnya.

Katanya lagi, banyak usulan dari daerah se-kawasan Danau Toba agar pelaksanaan PDT digelar selama tujuh hari. Sehingga tujuh kabupaten se-kawasan Danu Toba ikut berpartisipasi dalam seluruh acara, baik budaya maupun perlombaan atraksi air dan lainnya.

“Usulan ini supaya menjadi masukan bagi panitia ke depan,” katanya.

Sedangkan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Gatot Pujo Nugroho ST, dalam lanjutan sambutannya mengajak warga di seputar Danau Toba agar menjaga dan melestarikannya serta menerapkan pilar Poda na Lima, yakni paias roha mu (bersihkan hatimu), paias pamatang mu (bersihkan ragamu), paias bagas mu (bersihkan rumahmu), paias pakarangan mu (bersihkan halaman rumahmu), dan paias baju mu/parabiton mu (bersihkan pakaianmu).

“Kalau mau maju, maka jadikanlah Poda na Lima sebagai destinasi atau modal utama pariwisata Danau Toba,” kata Wagubsu.

Acara diawali doa yang mewakili lintas agama yang ada di Sumut, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Budha, dan Hindu, yang intinya mengharapkan Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati PDT dan seluruh masyarakat, khususnya se-kawasan Danau Toba. Sehingga dapat menjadikan Danau Toba semakin indah, lestari, dan bermanfaat bagi kehidupan umat.

Baca Juga :  Balikin Uang Korupsi, Proses Hukum Tetap Jalan

Usai sambutan, secara bersama-sama dilakukan pemukulan Gondang Sabangunan dipimpin Sapta Nirwanda mewakili Menteri Pariwisata, Wakil ketua DPD RI Ratu Hemas, anggota DPR Eva Kusumandari, Wakapoldasu Sahala Siallagan, anggota DPRD Sumut Rinawati Sianturi, Roslynda Marpaung, Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu, dan Cosmas Batubara.

Sebelum acara pembukaan, digelar defile dari daerah se-kawasan Danau Toba, termasuk Medan. Lalu pagelaran Tortor Sawan dan Tortor Tunggal Panaluan yang dibawakan sejumlah tokoh masyarakat Parapat, serta pemberian cenderamata kepada petinggi pemerintahan yang hadir dan sponsor dipimpin Parlindungan Purba didampingi Imman Nainggolan SSos.

Turut hadir beberapa kepala daerah di antaranya Bupati Tobasa Kasmin Simanjuntak dan Wakil Liberty Pasaribu, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Bupati Simalungun terpilih JR Saragih, serta lainnya. (jes)

Sumber : Metro Siantar.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*