Pemda Madina abaikan peringatan BMKG?

MEDAN –  Korban jiwa pada banjir bandang Madina sebenarnya tidak perlu terjadi jika Pemerintah Daerah setempat mengindahkan peringatan Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumut.

Hal ini diakui oleh Kepala Desa Sopotinjak, Suharman Nasution, “Hujan deras yang melanda daerah kami, Rabu sore kemarin, sehingga  Sungai Hatupangan sekira banjir dan membawa potongan kayu dari hulu.  Padahal seharusnya mereka (para korban-red) tidak bekerja di tepi sungai. Pemondokan mereka di pinggir sungai disapu banjir, sehingga sebagian dari pekerja tambang tidak bisa menyelamatkan diri dan hanyut terbawa arus sungai,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya BMKG Polonia telah memberikan peringatan bahwa wilayah Medan dan Sumut akan dilanda hujan deras disertai petir. Menurut Kasi Data dan Informasi BMKG Polonia Medan, Hartanto,  hujan dengan intensitas lebat disertai guntur tersebut akan melanda daerah yang berada di pegunungan timur dan barat.

Daerah pegunungan barat merupakan daerah yang berada di sisi barat bukit barisan. Seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Madina.

Sedangkan daerah Pegunungan Timur, menurut Hartanto meliputi daerah  Langkat,  Deli Serdang dan Simalungun.

Selain hujan lebat disertai guntur, BMKG meprediksi ada potensi cuaca buruk yang terjadi pada sore dan malam hari untuk daerah tersebut.

Saat ini tinggi gelombang perairan malaka berada pada 0.5 meter hingga 1 meter. Sedangkan gelombang pantai barat pada ketinggian 1 meter hingga 2 meter.

Baca Juga :  Azwar Indra Mengundurkan Diri dari Sekda dan Maju jadi Balon Wabup Madina

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*