Pemegang Kas Sekretariat DPRD P.Sidimpuan Arogan

Tingkah laku oknum pemegang kas (PK) Sekretariat DPRD (Setwan) berinisal KA yang terkesan angkuh dan sombong dikecam mantan wakil ketua DPRD P.Sidimpuan H. Marataman Siregar.

Dikatakan Marataman, KA yang menjabat PK sekitar 8 bulan silam beraninya menyepelakan anggota DPRD sehingga sejumlah anggota DPRD periode 2004-2009 mengaku tidak habis pikir mengapa perlakuan demikian menimpa mereka.

Kekesalan wakil rakyat itu kepada KA bermula kurang diresponnya perihal permohonan kejelasan haknya (Marataman) di secretariat dewan yang belum dibayarkan, padahal waktunya sudah lewat dari dua pekan lebih.

Hak-hak yang belum dilunaskan PK tersebut antara lain pembayaran pakaian dinas, SPPD dan pengawasan. “Setiap kali saya mempertanyakan haka -hak saya pada PK, selalu kurang mendapat respon. Padahal anggarannya ditampung dalam APBD 2009.” Sebut Marataman dengan nada kesal.

Akibat terkesan menyepelekan anggota mantan wakil dewan, Marataman emosi. Dia datangi meja PK seraya mengatakan “kamu jangan arogan, tugasmu memberikan pelayanan atas permintaan dewan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku, kalau ditanya kenapa belum dicairkan jawabanmu selalu terkendala di Dispenda,” urai Marataman berupaya menjelaskan.

“Saya sudah peringatkan KA agar jangan bersikap arogan, dan tidak mengulangi perbuatan sombongnya lagi kedepan,” jelas Marataman yang terpilih kembali sebagai anggota DPRD periode 2009-2014 pada pemilihan umum legislatif 9 April lalu, Kamis (3/9).

Seyogianya lanjutnya, PNS adalah abdi masyarakat, abdi negara dan PNS yang bertugas di DPRD untuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh anggota dewan, bukan menunjukkan arogansi seolah-olah atasannya adalah ekseketif semata dan terkesan meremehkan eksistensi anggota dewan.

Baca Juga :  Boaz dan Kabes Mulai Latihan Sore Ini

Lebih jauh menurut Marataman, apa yang dialami (Marataman) hampir dialami semua anggota dewan lama. “Itu saya ketahui ketika kawan-kawan (anggota DPRD lama,red) curhat pada saya karena pada periode tersebut saya sebagai wakil pimpinan mereka,” kata Marataman.

Selanjutnya dia membeberkan, disamping bersikap arogansi, KA juga selalu menghindar dan jarang di kantor, “kalaupun KA ngantor tidak tahan berlama-lama, kalu ditanya jawabnya selalu ada urusan keuangan ke Dispenda Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah, ini kan aneh,” tuduh Marataman.

Atas hal tersebut Marataman dan anggota dewan lainnya bertekad akan membawa persoalan tersebut kepada atasan KA yaitu walikota guna mencari penggantinya yang memahami tugas dan fungsi PK.

Terkait sikap PK yang terkesan kurang menghargai eksistensi anggota dewan, Sekretaris Dewan (Sekwan) Drs. Marwasi Lubis selaku atasan KA menjawab dengan enteng. Dia sebutkan hal itu mungkin hanya kesalahpahaman kecil saja.

Begitupun, akan saya tindak lanjuti dengan memanggilnya sekaligus menasehati supaya jangan terulang kembali. “Saya baru tahu kalau PK KA kurang maksimal memberikan pelayanan kepada anggota dewan sehingga ada yang mengeluh. Saya harapkan kejadian seperti itu jangan dibesar-besarkan dan dicarikan solusi terbaik,” ucap Marwasi meyakinkan wartawan.

Kata Marwasi juga, pihaknya sedang berupaya untuk menyahuti tuntutan anggota dewan lama supaya seluruh haknya dapat segera dilunasi. ***

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  lagian asi ingkon holan CPNS langa karejo...!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*