Pemekaran Provinsi Sumut dipaksakan

MEDAN – Pemekaran tiga provinsi baru di Sumatera Utara terkesan dipaksakan. Sebab, laporan pansus dinilai masih belum memenuhi dan melengkapi persyaratan untuk menjadi sebuah provinsi. Hal ini disampaikan, juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hosen Hutagalung dalam pandangan fraksinya mengenai  pembahasan pemekaran tiga provinsi baru itu.

Hosen menuturkan kepada Waspada Online, malam ini, laporan dari panitia khusus (pansus-red) pemekaran belum cukup untuk memuat kesimpulan dan rekomendasi. Semestinya pansus harus memuat matrik persyaratan yang telah sesuai berdasarkan PP No 78 tahun 2007 pada masing-masing calon provinsi seperti Provinsi Tapanuli, Sumatera Tenggara, dan Kepulauan Nias dilanjutkan dengan rekomendasi terhadap rencana pemekaran berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan.

Namun karena unsur-unsur utama tersebut belum tercantum dalam laporan pansus pemekaran, maka wajar saja jika ada anggapan bahwa laporan pansus pemekaran terkesan dipaksakan dan cenderung menghindari kenyataan. Dalam penyampaian pendapat fraksi dalam rapat paripurna tersebut, Hosen mengatakan pihaknya sangat kesulitan untuk mengambil sikap terhadap rencana pemekaran.

“Karena itu, PPP DPRD Sumut mengembalikan rencana pemekaran ini kepada peraturan yang berlaku secara umum PP 78 tahun 2007  tanpa ada penafsiran di luar penjelasan PP tersebut,” tegasnya. Dia mengatakan, rencana pemekaran ini seharusnya melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

Menanggapi pemekaran itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho mengaku sangat bersedih atas persetujuan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dimekarkannya Sumut menjadi tiga calon provinsi baru. Gatot bahkan mengaku terpaksa dan akan menangis saat menandatangani rekomendasi pemekaran tiga provinsi baru tersebut kepada pemerintah pusat.

Baca Juga :  Kajatisu tak bernyali berantas korupsi

“Saya menyatakan bahwa, karena ini aspirasi politik, maka saya akan dengan berat hati dan sambil menangis akan meneruskan rekomendasi ini ke pemerintah pusat. Sekali lagi saya katakan, saya atas nama Pemprovsu karena ini aspirasi politik, dengan berat hati dan sambil menangis saya akan teruskan ini ke pusat,” katanya.

Disampaikan, keberatan dan keterpaksaan itu, karena keinginan dia bahwa Sumut tetap satu. “Karena mimpi saya Sumut tetap satu. Tapi karena ini aspirasi politik saya akan teruskan ke pusat, mudah-mudahan ini benar-benar aspirasi masyarakat,” imbuhnya.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*