Pemerintah Belum Berniat Naikkan Harga Premium

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi yaitu premium dan solar dalam waktu dekat.

“Soal kenaikan harga itu dihindari. Belum terpikirkan oleh pemerintah,” ujar Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh usai menutup acara cerdas cermat peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke 65 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (27/9/2010).

Menurut dia, saat ini pemerintah lebih fokus dalam menata pendistribusian BBM bersubsidi agar bisa tepat sasaran. Salah satunya dengan merevisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2005 agar BBM bersubsidi hanya dinikmati oleh masyarakat yang kurag mampu.

“Tujuan besar kita mereka yang membeli BBM bersubsidi betul-betul mereka yang bisa dipertanggungjawabkan. Rakyat paling membutuhkan, itulah yang akan ditampung direvisi Perpres itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mengusulkan agar pemerintah lebih baik menaikkan harga BBM bersubsidi secara bertahap daripada membatasi konsumsi BBM bersubsidi.

“Lebih baik pemerintah dan badan pelaksana kegiatan hilir minyak dan gas bumi (BPH Migas) ambil jalan yang sederhana dan lebih murah. Dengan menyesuaikan harga BBM bersubsidi bertahap misalnya Rp 300 per liter,” ujar Ketua Umum Hiswana Migas, Eri Purnomohadi.

Menurut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi dinilai lebih mudah diterapkan dibandingkan melaksanakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang membutuhkan banyak persiapan yang cukup rumit.

Baca Juga :  Hingga 2019, listrik Kalimantan dan Sumatera tergantung Malaysia

Selain memerlukan infrastruktur yang memadai dan dibutuhkan investasi baru, kebijakan ini juga membutuhkan pengawasan dan peraturan yang jelas.

“Kalau dinaikkan kan tidak perlu persiapan yang ribet. Lagipula investasi yang dikeluarkan pengusaha takutnya mubazir, karena belum tentu kalau ini pembatasan ini diterapkan omsetnya tinggi,” paparnya.

Lagipula. lanjut dia, jika pemerintah tidak berani menaikkan harga BBM bersubsidi maka anggaran subsidi dalam APBN setiap tahun akan terus membengkak seiring dengan peningkatan konsumsi BBM, sebagai akibat dampak dari pertumbuhan jumlah kendaraaan bermotor.

“Lalu subsidinya dialihkan untuk memperbaiki transportasi umum,”  katanya.

Namun, Eri sendiri merasa pesismistis pemerintah akan berani mengambil kebijakan ini. “Pemerintah mungkin alergi dengan kenaikan harga BBM,” tambahnya.

(epi/dnl)

Sumber : http://www.detikfinance.com/read/2010/09/27/204046/1449882/4/pemerintah-belum-berniat-naikkan-harga-premium?f9911023

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*