Pemerintah dan Ulama Dukung Polri Berantas Judi di Batang Angkola Tapsel

Tekad Kapolsek Batang Angkola AKP Abdi Abdullah untuk memberantas perjudian di wilayah hukumnya meliputi Kecamatan Batang Angkola, Kecamatan Sayur Matinggi dan Kecamatan Tantom Angkola

mendapatkan dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat baik pemerintah Kecamatan maupun ulama. Mereka berharap polisi benar-benar melakukan pemberantasan judi tidak hanya basa-basi.

Dukungan terhadap Kapolsek yang baru bertugas empat bulan tersebut diutarakan Camat Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Drs. Rahmat Suhelmi serta para ulama terdiri dari Ketua MUI Batang Angkola DR. Ali Sati Rangkuti, Ketua Ikatan Persaudaraan haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Batang Angkola Drs. Abdul Hakim Harahap, Kepala Urusan Agama (KUA) Batang Angkola Judri Hutagalung, S.Ag, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dll pada acara safari Jum,at di mesjid Istiqomah Desa Pintu Padang Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapsel, Jum,at (10/2).

” Mari kita satukan derap langkah untuk menyatakan “perang” terhadap judi serta perbuatan maksiat lainnya, ” ujar Rahmat Suhelmi.

Ditambahkan, pemerintah kecamatan berharap dalam membersihkan paktek perjudian dan kegiatan maksiat tidak hanya sebatas retorika saja. Tetapi harus rutin dilaksanakan, sehingga daerah ini terbebas dari judi dan kegiatan kaksiat, demi mewujudkan Kecamatan Batang Angkola yang beriman, bertaqwa, cerdas, dan berbudaya.

Sedangkan Ketua MUI Batang Angkola DR. H Ali Sati Rangkuti mendukung sikap tegas Kapolsek untuk memberantas perjudian dan penyakit masyarakat lainnya di bumi Batang Angkola.

Baca Juga :  LP2TS Sampaikan Surat Permintaan Realisasi Pemindahan Ibukota Tapsel Kepada Mendagri

Selain itu, para ulama juga meminta agar menindak tegas pejabat atau aparat penegak hukum yang menjadi backing judi, ” tidak hanya itu saja, kami juga meminta pemberantasan dilakukan pada penyakit masyarakat lainnya secara menyeluruh di seluruh Batang Angkola, ” kata H. Ali Sati Rangkuti.

“Dengan adanya sikap tegas Kapolsek, mengenai perjudian ini, kami menaruh harapan agar perjudian bisa dibasmi karena di dalam agama Islam juga sudah jelas perjudian diharamkan dan tergolong perbuatan setan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Batang Angkola AKP Abdi Abdullah menegaskan bahwa pihaknya tetap melaksanakan instruksi Kapolres Tapsel selaku pimpinan untuk terus melakukan melakukan tindakan pemberantasan judi dan maksiat secara serius dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta ulama.

Ia juga meminta masyarakat agar memberi laporan jika ada praktik perjudian termasuk oknum yang melindunginya.

“Saya sudah instruksikan jajaran saya di seluruh Polsek untuk melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk perjudian di wilayah hokum Polsek Batang Angkola, ” kata Abdi Abdullah.

Ditanya tentang langkah-langkah kongkret di lapangan, ia mengatakan tetap melakukan tindakan tegas, “kalau ditemukan praktik perjudian, ya, kita tindak tegas terhadap pelaku mulai dari tukang rekap, sub agen dan bandarnya.

Menurutnya, selama kurun waktu 6 bulan, pihaknya telah menangani 35 kasus perjudian dengan omset per hari per orang mencapai Rp.75 juta. Selain itu juga, pihanya juga ada menangani klasus pelecehan seksual anak di bawah umur serta menangani 9 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca Juga :  Bulog dan Pemko Sidimpuan Gelar Operasi Pasar

Kapolsek juga menyampaikan, selain komitmennya untuk memberantas judi di daerahnya, kegiatan safari Jum,at ini merupakan agenda rutin setiap minggu bagi pemerintah kecamatan untuk bertatap muka dengan masyarakat dan saling mengingatkan tentang bahaya judi serta pkatek maksiat. (sah)_(analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*