Pemerintah Habisi Nurdin Halid Cs

Ambruk sudah ‘kerajaan’ Nurdin Halid dkk di PSSI. Klimaks dari semua kisruh yang terjadi dalam persepakbolaan tanah air, kemarin pemerintah melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) menyatakan sikap tidak lagi mengakui kepengurusan PSSI di bawah nakhoda Nurdin Halid.

Keputusan itu dikeluarkan setelah melakukan banyak pertimbangan. Terutama terkait masalah-masalah yang timbul dalam proses menuju kongres. Di mana setelah PSSI di bawah Nurdin Halid gagal melaksanakan kongres dan memilih meninggalkan arena kongres tanpa tanggung jawab.

“Untuk mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan terulangnya kegagalan kongres PSSI karena ketidak-kompetenan pengurus PSSI, terutama ketidak-tertiban di dalam penentuan hak suara, distribusi undangan, penentuan peraturan pemilihan, agenda kongres, serta ketidak-bertanggungjawaban dalam penyelenggaraan kongres, maka dengan ini pemerintah menyatakan tidak mengakui lagi Pengurus PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Saudara Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Saudara Noegraha Besoes, serta seluruh kegiatan keolahragaan yang diselenggarakan kepengurusan PSSI tersebut,” kata Andi Mallarangeng dalam pernyataan sikap di kantor Kemenpora, kemarin (28/3).

Mantan juru bicara kepresidenan itu menegaskan mendukung penuh penyelenggaraan kongres PSSI. Namun, bukan berada di bawah kendali Nurdin dkk. Karena itu, pihaknya sedang menunggu keputusan dari FIFA terkait pengajuan hasil kongres I yang dilakukan oleh 78 pemilik suara sah PSSI. Pemilik suara tersebut langsung melaksanakan kongres sendiri pada hari yang sama setelah pengurus PSSI menyatakan kongres batal secara sepihak.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Cabai, Pusingkan Pemerintah

”Karena sudah tidak mengakui Nurdin, dalam pernyataan sikapnya Menpora juga menegaskan bakal menghentikan aliran dana dari APBN kepada PSSI. Dengan ini pula maka pemerintah menghentikan sementara penyaluran dana yang bersumber dari APBN. Kebijakan tersebut berlaku hingga terbentuk kepengurusan baru PSSI untuk periode 2011-2015.

Andi juga mengimbau seluruh jajaran pemerintahan, termasuk Polri untuk tidak lagi memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Noegraha Besoes, serta seluruh kegiatan keolahragaannya.

Menanggapi keputusan pemerintah tersebut, Nurdin Halid masih berusaha melawan. Dalam press conference yang digelar kemarin sore di kantor PT Liga Indonesia PT (LI), Nurdin mengatakan, dalam konstitusi PSSI tidak mengharuskan dirinya diakui secara formal oleh pemerintah. “Itu hak pemerintah,” cetusnya.

Menanggapi distopnya pendanaan dari APBN ke PSSI dan ditariknya fasilitas dari pemerintah, Nurdin mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. “Kalau aset negara ditarik, silahkan. Kami tidak berdaya untuk mencegah itu. Kalau saya disuruh keluar (dari kantor PSSI) saya akan keluar. Kami ini rakyat biasa yang diberikan amanah oleh pemilik suara,” bebernya.

Dengan geram Nurdin bahkan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Andi Mallarangeng sebagai Menpora. “Itu karena dia tidak pantas dan tidak cakap menjadi menteri. Kalau Menpora cakap, dia akan mengajak PSSI bicara. Tapi dia malah menerima orang-orang dari KPPN (Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional). Jadi saya harap SBY copot Andi Mallarangeng. Dia tidak pantas jadi menteri,” papar Nurdin bersungut-sungut. (ali/aam/fal/jpnn) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dugaan Korupsi Alat Kesehatan, Wali Kota P.Sidempuan Bantah Terima Fee

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*