Pemerintah Jangan Main-main Soal Tapal Batas!

JAKARTA-Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengingatkan pemerintah bahwa temuan Komisi I DPR prihal dugaan pencaplokan batas wilayah NKRI di Kalimantan Barat oleh Malaysia merupakan masalah yang sangat serius.

Dia mengingatkan, temuan itu jangan dijadikan sebagai sebuah bisnis karena ini menyangkut soal kedaulatan negara.
“Temuan Komisi I DPR terhadap dugaan pencaplokan wilayah NKRI dengan cara menggeser tapal batas adalah masalah serius. Jangan dibuat main-main dan bisnis,” tegas Priyo Budi Santoso, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (11/10).
Pemerintah, lanjutnya, harus hati-hati dan sensitif dalam menyikapinya. Jangan malah kompak menyatakan tidak ada wilayah NKRI yang dicaplok Malaysia sebelum meneliti fakta dan data di lapangan. Temuan dan laporan seperti itu harus dijadikan alat pemecut pemerintah untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Bukankah Indonesia sebelumnya memiliki pengalaman buruk atas lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan sebagai akibat lemahnya sikap pemerintah meresponnya dahulu,” ujar politisi Golkar itu.

Berdasarkan pengalaman tersebut, katanya, pimpinan DPR mendukung temuan Komisi I soal pencaplokan wilayah darat di Kalbar itu menjadi fokus perhatian serius agar persoalan atas lepasnya wilayah RI sebelumnya tidak kembali terulang.
Terlebih sudah adanya Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang dipimpin Mendagri. “Lembaga tersebut mestinya terdepan dalam menemukan fakta-fakta tersebut. Ini kan yang menemukan fakta tersebut DPR sementara Badan Pengelola Perbatasan melihat tidak ada masalah.”

Baca Juga :  Rekonstruksi Pasar Mentawai - Pemerintah Alokasikan Rp 1 Miliar

Karena itu, ia meminta Pemerintah bersikap tegas pada Malaysia, agar pencaplokan wilayah tersebut tidak kian meluas. Priyo mengatakan akar persoalan dari pencaplokan wilayah perbatasan memang tidak lepas dari persoalan minimnya pembangunan di perbatasan yang tertinggal. (fas/jpnn)

jpnn.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*