Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanggulangan Kabut Asap

Pekanbaru, (Analisa). Penanggulangan bencana kabut asap di Riau diambil alih oleh pemerintah pusat. Jika tidak ada halangan, Sabtu (14/3) hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertolak ke Pekanbaru untuk memimpin langsung operasi tanggap darurat pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.

Hal itu terungkap saat telekonferensi antara Presiden SBY dengan Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman disaksikan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di aula Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) setempat, Jumat siang (14/3).

“Nanti saya akan langsung ke Riau. Saya akan memipin langsung operasi pemadaman untuk beberapa hari. Selanjutnya akan saya serahkan ke Kepala BNPB Syamsul Muarif memimpin operasi pemadaman dan saya akan melaksanakan tugas kenegaraan lainnya,” kata presiden.

Presiden menginstuksikan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan itu harus terpadu. Intensitas pemadaman harus ditingkatkan dari operasi pemadaman sebelumnya. ”Operasi ini harus terpadu. Intensitasnya harus ditingkatkan dari pada operasi pemadaman sebelumnya. Mudah-mudahan, tiga minggu ini bisa selesai,” harap SBY.

Dalam video konferensi itu secara detil presiden menjelaskan operasi tanggap darurat bencana kabut asap. Misalnya, untuk operasi pemadaman akan dipimpin oleh Kepala BNPB dibantu perwira tinggi TNI berpangkat Mayor Jenderal, yakni Komandan Daerah Resort Militer (Danrem) 031/Wirabima Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto. Sedangkan Satgas Penegakan Hukum dipimpin Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono, dan kepala pelayanan kesehatan akan segera ditunjuk sesuai dengan kompetensinya.

Baca Juga :  Misteri 61 Surat - Siapa Berbohong, Istana atau Kejagung?

Kecewa dengan Gubri

Presiden SBY tampak kecewa karena Gubri Annas Maamun tidak hadir dalam telekonferensi tersebut. Dia hanya mengutus wakilnya Arsyadjuliandi Rachman. Bentuk kekecewaan SBY itu terlihat dari tidak dilibatkannya sama sekali Gubri dalam dalam operasi tanggap darurat bencana kabut asap tersebut.

“Mestinya, Gubernur Riau datang ke sini. Ini situasi genting. Seharusnya, gubernur melaporkan perkembangan situasi dan melaporkan juga apa yang telah dilakukan. Intensitas kebakaran sangat tinggi. Seharusnya gubernur mendengar langsung perintah dari saya,” tukas Presiden.

Usai telekonferensi tersebut, Kepala BNPB Syamsul Muarif tidak mau menjawab pertanyaan media saat ditanyai keberadaan gubernur. “Itu bukan saya. Ini masalah lokal. Tanya saja ke Wakil Gubernur Riau,” cetusnya.

Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi (Andi) Rachman ditanyai wartawan terlihat ragu menjawab keberadaan gubernur.

Di satu sisi ia menjawab Annas berada di Kota Duri, ibukota Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Di bagian lain, Andi menyebut Annas kini berada di kampungnya, Bagansiapiapi, ibukota Kabupaten Rokan Hilir. (dw)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*