Pemerintah Pusat Diminta Perhatikan Jalinsum

Medan – Terkait kecelakaan bus antar lintas Sumatera (ALS) yang menewaskan 19 penumpangnya di kawasan Aek Latong, Kabupaten Tapanuli Selatan, 26 Juni 2011 lalu, anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut), Parlindungan Purba, meminta pemerintah pusat ambil perhatian dan bersikap adil pada transportasi darat.
“Pemerintah pusat harus adil dengan trasportasi darat. Apalagi jalan lintas Sumatera yang memang sudah perlu diperhatikan agar tidak terjadi lagi bencana,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/6) di kantor PT ALS Medan.

Dikatakan Parlindungan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perhubungan harus dapat segera memberikan perhatian pada jalur lintas Sumatera. Apalagi sebentar lagi memasuki musim liburan yang pasti membuat kendaraan banyak melintas.

“Menteri Perhubungan juga harus memperhatikan kelayakan armada bus di Indonesia, khususnya Sumut mengingat adanya libur sekolah dan sebentar lagi memasuki liburan Lebaran,” katanya.

Untuk wilayah Aek Latong sendiri, Parlindungan menambahkan, pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten untuk ikut melakukan pengawasan dengan memberikan lampu penerangan di sepanjang jalan. Selain itu juga, truk-truk yang overload jangan diizinkan melintas karena dikhawatirkan menimbulkan kemacetan dan cepat merusak jalan.

“Truk-truk bermuatan lebih sebenarnya sudah tidak diizinkan oleh Organda untuk melintas. Tapi kenyataan masih saja ada dan ini disinyalir ada pihak yang memang memanfaatkannya untuk menambah PAD,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD Organda Sumut, Aposan Sialagan, mengatakan, perbaikan jalan lintas Sumatera memang sudah layak dilakukan. Namun, pemerintah memang belum memerhatikan kebutuhan ini, karena dari anggaran tahun 2011 saja hanya bisa untuk perbaikan jalan 14,4 km dari 1.800 km seluruh panjang jalan.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Uang Perusahaan

“Dari panjangnya jalan ini, sekitar 1.400 km telah rusak. Jadi dana perbaikan memang sangat banyak dibutuhkan. Malah yang akan diperbaiki itu masih sekitar jalan lintas menuju Berastagi, Karo,” katanya yang tidak menyebutkan besaran dana perbaikan tersebut.

Pimpinan Direksi PT Bus ALS, Efrizal Nursewan, mengatakan, kecelakaan yang terjadi di Aek Latong bukan disebabkan kerusakan atau ketidaklayakan bus, namun karena tergelincir saat akan menaiki jalan menanjak di kawasan Aek Latong. “Semua bus yang jalan dalam keadaan sehat.

Kami selalu melakukan pemeliharaan bus dengan baik. Namun begitu bagi korban kecelakaan kemarin, kami telah melaksanakan kewajiban dengan mengantar keberangkatan jenazah hingga ke rumah duka,” tuturnya.

Asuransi Dibayar
Sementara untuk pembayaran klaim asuransi bagi korban yang meninggal akibat kecelakaan tersebut, akan dilakukan besok, Jumat (1/7) di Kantor Gubernur Sumatera Utara. Dimana besarnya bantuan diberikan sekitar Rp 25 juta perorang. Penerimaan asuransi kepada ahli waris korban tersebut, katanya, langsung diserahkan oleh Gubernur Sumut kepada ke 15 ahli waris korban yang merupakan warga asal Sumut.

“Besok asuransi akan diserahkan kepada ahli waris korban sekitar 15 orang yang ada di Medan. Sedangkan 1 orang lagi berasal dari Padang dan 4 orang dari Bengkulu akan dibayar dicabang kami masing-masing daerah,” ujar Kepala Bagian Pelayanan dan Jasa Marga Jasa Raharja Sumut, Haryo didampingi Kepala Bagian Teknik hendri Afrizal. (yuni naibaho) (medanbisnisdaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  LP2TS: Maragordong Tidak Sesuai Undang-Undang Sebagai Ibu Kota Kab. Tapsel

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*