Pemerintah Simpan Dana “Nganggur” Rp 200 Triliun

Jakarta, (Analisa). Sampai saat ini, pemerintah mengaku memiliki dana menganggur sekitar Rp 200 triliun yang belum terserap oleh kementerian/lembaga (K/L). Dana tersebut merupakan bagian dari kebijakan moneter bank sentral dalam mengendalikan likuiditas dan menjaga stabilitas ekonomi makro.

Sebelumnya, dalam konferensi pers Kementerian Keuangan pada Selasa lalu, terungkap kelebihan pembiayaan angaran sebesar Rp 117,1 triliun. Badan Kebijakan Fiskal menilai surplus anggaran tercipta karena kinerja belanja K/L yang tidak optimal. Namun, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan pada hari ini dana tersebut sudah mencapai Rp 200 triliun.

“Tidak, tidak (bukan Rp 117 triliun), tetapi Rp 200 triliun-an. Sebetulnya itu pagu K/L dan dana SAL (saldo anggaran lebih), dan penyiapan embiayaan yang sudah kami lakukan, tapi belum diserap (K/L),” ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (11/8).

Agus Marto menilai dana menganggur tersebut bukan hanya karena belanja K/L yang lambat, melainkan bagian dari kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Berdasarkan hasil koordinasi dengan bank sentral, pemerintah tidak bisa secara mendadak mengucurkan uangnya ke sistem dalam jumlah besar karena bisa memicu inflasi dan memengaruhi indikator makro ekonomi lainnya.

“Jadi kami tidak bisa sebegitu mendadak memompakan ini ke dalam sistem dan itu akan menyebabakan uang beredar yang berlebih. Dan tentu besaran-besaran inflasi dan indikator yang lain bisa terpengaruh,” katanya. (dtc)

Baca Juga :  Harga Cabai Naik 100 Persen Lebih

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*