Pemerintah Tapsel Perlu Terobosan Wisata Alam/hutan Di Kecamatan Marancar

Beberapa minggu lalu, disaat Tahun Baru 2015, banyak kalangan perantau kembali kekampungnya untuk merayakan Tutup Akhir Tahun dan sekaligus merayakan awal tahun baru 2015. Tidak jauh beda dengan para perantau atau yang tinggal dikota di daerah lainnya, maka hal yang sama pula terjadi di Sumatera Utara yang hampir disemua wilayah Kabutapen di Sumatera Utara merayakan kejadian akhir tutup tahun dan juga menyambut Awal Tahun, tak terkecuali di wilayah Tapanuli Selatan.

Dikala Pulang kampung, banyak kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan bersama-sama dengan sanak keluarga dan juga dengan teman-teman perantau dari daerah lainnya. Bahkan karena hal ini sudah merupakan budaya, maka di daerah Kec. Marancar sangat dikenal dengan istilah PULBERTA (Pulang bersama di Akhir Tahun xxxxx). Bahkan kegiatan ini semacam budaya bagi perantau yang berasal dari daerah ini untuk bersama-sama pulang sehingga bisa bertemu dengan teman-teman, keluarga yang tinggalnya sangatlah tidak mungkin dikunjungi satu persatu dimana mereka mencari kehidupan di Tanah Rantau masing-masing. Banyak hal yang positif dilakukan dalam acara PULBERTA termasuk mengajak para anak perantau yang sudah lahir dikota dan juga meningkatkan kepedulian terhadap Lingkungan di Kampung dari orang-orang yang tidak punya hubungan sama sekali ke kampung dimana dilakukan PULBERTA tersebut. Tak kalah anak perantau yang sudah lahir dikota dan tidak pernah mengenal tanah asal usulnya datang ke kota, maka berbagai perasaan muncul dalam diri masing-masing bagaimana menilai daerah tanah asal usulnya. Tak kala kegiatan ini dijadikan semacam kegiatan Parawisata bagi sebagian orang yang memang pulang kampung bersama menjadi begitu riuh gembira. Kegiatan-kegiatan Pulberta dalam skala keluarga yang sering menarik adalah dikala anak-anak dari yang sudah lahir dikota dapat menikmati hamparan indahnya Sawah, main dikolam sambil menangkap ikan, jalan-jalan di alam hutan serta menikmati suaka alam yang ada. Namun dikala kegiatan keluarga yang sudah sering dilakukan dalam skala keluarga dan juga dari beberapa kali kegiatan PULBERTA dilakukan dari anak perantau dengan berbagai kegiatan-kegiatan baik dikala Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, ternyata masih kurang diimbangi respond / tanggapan dari pemerintah Tapanuli Selatan menangkap peluang-peluang positif dalam hal mendukung kegiatan ini agar dapat mempunyai nilai lebih dari asal bukan pulang kampung saja.

Baca Juga :  Polsek Sosa Ringkus Agen Judi KIM

Kecamatan Marancar yang terdiri dari lebih dari 30 desa, dan untuk lebih memaksimalkan/efesiensi roda pemerintahan di kecamatan ini melalui perda setempat telah diperkecil/dilebur  pemerintahan desanya menjadi kurang dari setengah dalam pengakuan pemerintahan  Desa saat ini, mempunyai wilayah berada ditengah-tengah antara Kota Padangsidimpuan, Kecamatan Sipirok, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Utara serta dibatasi dengan Gunung Lubuk Raya dan perbukitan Sibualbuali serta memberikan cuaca yang baik dari lautan Sibolga, Sehingga wilayah Kecamatan Marancar/Luat Marancar sangatlah subur dan mempunyai hutan-hutan yang baik dan terlindungi serta dijaga masyarakat setempat. Banyak tanaman langka dan binatang langka di wilayah ini yang masih terjaga hingga saat ini, walaupun saat ini sudah mulai terusik dengan kehadiran salah satu perusahaan besar yang telah mengurangi kebebasan wilayah binatang/fauna di wilayah ini. Investor yang tertarik melihat peluang bisnis juga sudah mulai berancang-ancang untuk memamfaatkan sumber daya alam yang ada wilayah kec. Marancar ini seperti rencana PLTA dengan keberadaan sungai-sungai yang ada di wilayah ini yang notabene suatu saat, bisa saja  akan dapat mengganggu kehidupan satwa/fauna yang ada wilayah ini serta menimbulkan komplik sosial jika tidak dibangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat dengan pemerintahan serta para Investor. sebut saja berbagai Jenis Kupu2 yang sudah langka, Tanaman / tumbuhan masih terdapat di wilayah ini, Harimau (babiat), berbagai jenis burung dan kehidupan satwa lainnnya yang mungkin sangat dapat digunakan/dimamfaatkan untuk pengetahuan/ilmiah kehidupan Manusia dimasa yang akan datang.

Seiring perkembangan jaman saat ini dimana Luat Marancar yang 20-30 tahun lalu masih seperti tersembunyi dan masih kurang diketahui oleh Dunia Luar. Saat ini dikala transportasi semakin mudah ke wilayah Marancar serta masuknya sarana komunikasi  Jejaring sosial /internet yang sudah mulai merambah ke masyarakat2 di wilayah ini membuat Luat Marancar sangat cepat terangkat ke permukaan tingkat Daerah bahkan ke tingkat Nasional. Tak Kala pula masyarakat setempat mulai berani mempublikasikan Sumber Daya alam yang tidak kalah dengan tempat2 wisata alam di daerah yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat, menambah Luat Marancar semakin dikenal masyarakat. Sebut Saja Air Terjun Sampuran Silimalima yang akhir2 ini sangat cepat terpublikasikan karena mempunyai air terjun yang berpuluh2 meter melemparkan air dari atas perbukitannya, Tempat Air Panas yang setiap sabtu minggu sangat rame dikunjungi saat ini, Sampuran Sitimbulan, Kolam Renang di pertengahan Gunung Lubuk Raya yang katanya masih buatan Pemerintahan Belanda jaman dulu dan dari kolam renang ini sangat indah untuk menatap keseluruh penjuru Tapanuli Tengah/Sibolga, Tapanuli Utara, seluruh luat Marancar, Sipirok dan tentunya keindahan alam yang tak dapat terbayangkan jika menatap dari Kolam Renang Lubuk Raya tersebut. Disamping itu buah-buahan dari daerah ini juga sangat khusus sebut saja Durian, Salak serta buah2 lainnya yang saat ini sudah mulai dikenal masyarakat luar menambah Luat Marancar semakin dikenal oleh Dunia Luar. Untuk menjaga kelestarian alam di wilayah ini serta untuk tidak menghambat para investor juga masuk kewilayah ini, maka perlu dilakukan upaya2 kedapan guna mempertahankan kelestarian tanpa menghambat para Investor yang hendak memamfaatkan Sumber Daya Alam disekitar wilayah ini. (beberapa photo keindahan Kecamatan Marancar yang diphoto oleh berbagai masyarakat)

Baca Juga :  HIPMI Paluta Terbentuk

Sayang rasanya alam yang begitu indah dan masih lestari di Luat / Kecamatan Marancar, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini jika tidak dimamfaatkan oleh pemerintahan setempat guna mendapatkan hal-hal positif ke depan. Sebut saja andaikan ada wilayah ini Program Wisata Alam, mengingat alam /hutan disekitar wilayah ini sangat diketahui oleh masyarakat, maka pemerintah dapat membuat semacam program wisata alam di tempat ini, misalkan dengan berjalan-jalan di hutan luat Marancar sambil menikmati Suaka Alam yang ada. Pemerintah Tapanuli Selatan perlu mencari terobosan untuk menjalankan program ini sehingga dapat bermamfaat bagi masyarakat setempat dan juga masyarakat luar Kec. Marancar. Rute-rute perjalanan di Hutan-hutan yang masih terjaga diwilayah ini, sangat diketahui oleh Masyarakat setempat, sehingga rute2 perjalan dihutan ini dapat dijual ke Dunia Luar, khususnya bagi Dunia Pendidikan/Ilmiah. Wisata Alam di Luat Marancar perlu dipikirkan bagaimana agar menarik sehingga membuat orang tertarik untuk mengetahui dan mengikutinya. Bahkan kegiatan ini sangat baik untuk dikembangkan kedepan seiring dengan kebiasaan para Perantau yang pulang kampung dalam jangka tertentu, sehingga tidak membuat bosan selalu harus dirumah berkumpul dengan saudara, tetapi membuat daya tambah nilai dalam hal membuat menarik pulang kampung nantinya.

Banyak hal positif yang bakal dapat didapat oleh Pemerintahan Tapanuli Selatan, Masyarakat andaikan Program-program wisata alam ini dapat dipublikasikan serta dijual ke masyarakat luar, sehingga lambat laun akan memunculkan nilai2 bisnis ekonomi walapun itu masih tahap2 kecil, tetapi setidaknya kegiatan program wisata hutan ini menjadi sesuatu yang perlu dicoba di Daerah Luat Marancar oleh Pemerintahan Tapanuli Selatan guna mencari terobosan dalam hal meningkatkan kehidupan masyarakatnya dan juga meningkatkan Pendapatan Daerah setempat pemerintahan Tapanuli Selatan secara jangka panjang. Horas (fs)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tugas Tak Maksimal, Ketua Komisi II Setuju Pimpinan SKPD Kota Padangsidimpuan Di-reshuffle

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*