Pemerintah Tarik Utang Luar Negeri Rp 26 Triliun dalam 10 Bulan

Hingga Oktober 2010 pemerintah menyatakan telah menarik utang luar negeri baru senilai Rp 26,91 triliun atau 49,8% dari target yang sebesar Rp 54,07 triliun. Pemerintah menyatakan jumlah ini masih tergolong rendah.

Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto menyebutkan realisasi utang luar negeri tertinggi adalah untuk pinjaman proyek sebesar 64,8% dari target komitmen Rp 24,56 triliun. Sementara untuk realisasi pinjaman program hanya 37,2%.

Menurut Rahmat, penerapan pinjaman proyek ini memang selalu rendah dari tahun ke tahun. Walaupun belum mencapai 50%, tetapi penarikan ini diklaim tertinggi dibanding realisasi tahun-tahun sebelumnya. Rendahnya penyerapan, karena penyerapan tergantung progres fisik proyek di lapangan.

“Progres di lapangan, realisasi (penarikan utang) masih rendah,” ujar Rahmat dalam diskusi Kementerian Keuangan dengan Forum Wartawan Ekonomi dan Moneter (FORKEM) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu (20/11/2010).

Rahmat menyebutkan lambatnya realisasi tersebut karena adanya hambatan seperti kesiapan proyek yang molor, fisik yang perlu lahan dengan waktu pembebasan lambat serta koordinasi antar kelembagaan yang dilakukan secara cermat. Bagi proyek yang realisasinya tidak ada kemajuan, lanjut Rahmat, maka pinjaman itu akan dibatalkan.

Walaupun demikian, Rahmat tetap optimistis realisasi tersebut akan meningkat hingga akhir tahun.

Berdasarkan data Rahmat, realisasi pinjaman program masih rendah yakni untuk Bank Dunia dari target Rp 16,63 triliun realisasinya masih nol persen, Asian Development Bank (ADB) dari total Rp 6,44 triliun realisasi sudah 71,3%, pinjaman dari Jepang sebesar Rp 3,68 triliun realisasi sudah 99,8%, dan dari Perancis ditarget Rp 2,76 triliun realisasi sudah 98,8%. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Bila Dipersenjatai, Satpol PP Bisa Tambah Pongah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*