Pemerintahan Paluta jalan di tempat?

WASPADA ONLINE

GUNUNGTUA –  Hampir dua tahun kepemimpinan bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Bachrum Harahap, dan wakil bupati, Riskon Hasibuan, memimpin kabupaten Paluta, masih dianggap statis alias belum dapat membawa perubahan yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ironisnya, kedua pemimpin itu sering ke luar kota dengan dalih melobi investor, melobi dana pusat, dan dana provinsi, Tapi kenyataannya berbeda dengan yang diharapkan masyarakat,” kata ketua Gerakan Mahasiswa (Gema) Paluta, Gusti Putra Hajoran Siregar, tadi malam.

Dikatakan, pihaknya melihat hampir dua pemerintahan di daerah ini tidak ada perobahan berarti terhadap pembangunan di Paluta. Bahkan selama ini yang timbul hanya polemik baru, yakni tidak adanya koordinasi dalam menjalankan roda pemerintahan antara sekda dengan bupati dan wakil bupati Paluta.

Menurutnya, masyarakat menilai Pemerintah Kabupaten Paluta dibawah kepemimpinan bupati, Bachrum Harahap,  dan wakil bupati, Riskon Hasibuan, dinilai tidak produktif.

Indikatornya sudah hampir dua tahun, keduanya menahkodai Paluta yang merupakan daerah pemekaran dari kabupaten Tapanuli Selatanbelum  membuat gebrakan pembangunan yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Apabila fenomena ini terus dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan masa jangka waktu lima tahun selama kepemimpinan kedepan akan stagnan,” katanya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kurir Ganja Asal Riau Diciduk Aparat Polres Tapsel, 5 Kg Barang Bukti Disita

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*