Pemilikada Ulang Madina Bisa Molor Bila Tidak Di Tanggung P-APBD

Hingga Kamis (2/9) kemarin, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum memutuskan jadwal serta tahapan pelaksanaan Pemilukada ulang di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Madina sesuai amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK). KPUD masih menunggu dana dari Pemkab Madina.

“Kita belum memutuskan kapan pastinya Pemilukada ulang. Sebab, Pemkab Madina belum menetapkan anggaran dana yang telah diajukan KPUD, dan masih harus menunggu dianggarkan di P-APBD tahun ini atau APBD tahun 2011. Itupun akan diketahui setelah terlantiknya pejabat Bupati Madina, mengingat masa jabatan Bupati Amru Daulay SH berakhir tanggal 12 September. Artinya, KPUD harus menunggu keputusan Pejabat Bupati nantinya apakah ditampung di APBD atau P-APBD,” kata Ketua KPUD Madina, Jefri Antoni SH, Kamis (2/9).

Anggaran dana yang diajukan KPUD, sebut Jefri, saat ini sudah diketahui Pemkab dan DPRD Madina, karena anggaran yang diajukan sudah dirapatkan antara eksekutif dan legislatif serta instansi terkait. Namun hingga saat ini belum juga ditetapkan.

Jumlah anggaran itu merupakan kebutuhan Pemilukada ulang Madina untuk dua putaran.

“Kalau jumlah anggarannya belum bisa kita sebutkan, karena masih menunggu persetujuan dari Pemkab dan DPRD Madina. Dari komunikasi dan rapat yang telah dilakukan, pelaksanaan Pemilukada ulang akan terlaksana di awal bulan tahun 2011, itupun jika seandainya anggaran Pemilukada ulang bisa ditampung di P-APBD yang akan dibahas dalam waktu dekat. Tapi kalau anggaran itu ditampung di APBD tahun 2011 maka Pemilukada ulang Kabupaten Madina akan semakin lama lagi,” terang Jefri.

Baca Juga :  Pejabat Akui Ada Konflik Bupati dan Wabup Madina

Diungkapkan Jefri, dalam pelaksanaan Pemilukada ulang Kabupaten Madina ini, KPUD hanya menetapkan jadwal pemungutan suara tanpa adanya tahapan lainnya. Sebab Pemilukada ulang ini sesuai hasil koordinasi dengan KPU pusat, KPUD Kabupaten Madina hanya akan menggunakan anggaran untuk mencetak kertas suara atau logistik saja.

“Tak ada lagi tahapan yang lain. Pemilukada ulang nantinya hanya melakukan pencoblosan saja, tak ada lagi kampanye dan tahapan lain seperti yang ada sebelum ini. Makanya anggaran yang kami ajukan juga hanya untuk cetak suara saja dan saat ini belum bisa saya sebutkan,” sebutnya.

SUmber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Terkait_Pemilukada_Ulang_Madina

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*