Pemilu Kada Ulang Madina Digelar Maret Tahun Depan

Pemilihan kepala daerah Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara yang diputuskan diulang rencananya akan digelar sekitar bulan Maret tahun depan.

Kepastian jadwal pemilu kada ulang Madina diperoleh setelah ada kesepakatan pemerintah daerah bersama unsur muspida plus dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Kamis (29/7).

Rapat yang dipimpin langsung Bupati Madina, Amru Daulay tersebut, memutuskan beberapa poin penting menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan pemilu kada di Madina harus diulang karena salah satu calon terbukti melakukan praktek politik uang untuk meraih suara rakyat.

Pemilu kada ulang diputuskan diadakan sekitar bulan Februari atau Maret tahun 2011 mendatang. Menurut Bupati, molornya pelaksanaan itu karena faktor biaya dan persiapan semua pihak yang terkait.

“Pemilu kada ulang ini memerlukan dana yang tidak sedikit, sehingga harus merencanakan anggarannya pada RAPBD Madina tahun mendatang. Saat ini Pemda Madina tidak memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan pemilu kada ulang,” ungkap Bupati Madina Amru Daulay.

Selain faktor kesiapan dana dari pemerintah, lambatnya pelaksanaan pemilu kada ulang tersebut karena pihak penyelenggara masih melakukan perincian penggunaan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp17 miliar meliputi dana untuk KPUD, Panwaslu dan pengamanan.

Sementara itu, Ketua KPUD Madina Jefri Antony mengaku dalam waktu dekat sudah siap melaksanakan tahapan untuk pemilu kada ulang tersebut, namun karena keterbatasan dana pemda, terpaksa diundur hingga tahun depan.

Baca Juga :  Di Luat Harangan, Anak-Anak Tak Bersekolah

“Mau tak mau kita harus mengikuti pemda karena dana penyelenggaraan peilkada ini berasal dari pemda setempat, molornya waktu pelaksanaan saya rasa wajar karena saat ini sudah memasuki akhir anggaran sehingga tidak ada pos anggaran yang bisa menutupi dana pemilu kada ulang,” katanya.

Pemilu kada Madina sebelumnya sudah berlangsung pada 9 Juni 2010 lalu, namun hasilnya digugat salah satu pasangan calon ke MK karena salah satu calon diduga melakukan politik uang dan MK menerima gugatan tersebut serta memutuskan pemilu kada ulang.

Meski dilakukan pemilu kada ulang, keamanan di kabupaten Madina sangat kondusif, tidak terlihat ada aksi anarkis maupun unjuk rasa menolak keputusan MK tersebut.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/29/158680/126/101/Pemilu-Kada-Ulang-Madina-Digelar-Maret-Tahun-Depan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Selain masalah anggaran ada beberapa masalah lagi yang mesti diselesaikan sebelum digelar pemungutan suara ulang di madina, yaitu tentang keberadaan anggota panwaslu yg diduga turut melegalkan politik uang dan status pelaku politik uang yaitu hidayat/dahlan yang telah di vonis berbuat curang dan masalah pidananya yang sdg di proses di polres, jk hal ini belum kelar maka dipastikan pilkada ulang cacat hukum,,,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*