Pemilukada MADINA: Pemilih Diimbau Jeli Pilih Pemimpin

orator Pemilukada MADINA: Pemilih Diimbau Jeli Pilih Pemimpin Pengurus Executive Madina Institute (EMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengimbau seluruh elemen masyarakat yang memiliki hak suara di Pemilukada Madina, 9 Juni mendatang, untuk jeli dan teliti dalam menentukan calon pemimpin lima tahun ke depan.

Wakil Ketua EMI Madina, Miswar Pulungan menjelaskan, Kabupaten Madina saat ini sedang terjadi transisi jabatan kepemimpinan, di mana untuk merebut kepemimpinan ini sesuai dengan basis demokrasi dibuktikan dengan adanya proses Pemilukada. Secara undang-undang, Pemilukada dipilih langsung oleh rakyat.

“Proses Pemilukada ini sangat dikhawatirkan terjadinya teori pembodohan dari tim pemenangan pasangan calon, baik berupa iming-iming atau janji kepada masyarakat. Padahal masyarakat sangat mengharapkan seorang pemimpin yang benar-benar ikhlas untuk melakukan perobahan dalam artian pembangunan di segala lini menuju Madina yang lebih maju dan bermartabat. Tapi kalau dalam proses saja sudah terjadi politik kotor, yang akan terjadi pada saat menjadi pemimpin, teori-teori busuk ini akan terus berlanjut,” kata Miswar kepada METRO, Minggu (30/5).

Dari itulah, lanjut Miswar, EMI Madina mengimbau seluruh masyarakat untuk benar-benar teliti dan jeli dalam menentukan pilihan kepada 7 pasangan Cabup dan Cawabup yang menjadi peserta di Pemilukada Madina tahun ini.

“Yang paling utama adalah bagaimana cara kandidat tersebut untuk menyejahterakan rakyat baik dari segi ekonomi maupun pembangunan di bidang infrastrukltur serta bidang pendidikan dan lainnya. Karena kita lihat sekarang masih banyak masyarakat Madina yang terisolasi dan belum tersentuh pembangunan, juga sangat mendambakan kerendahan hati pemerintah memberikan pelayanan publik yang baik dan tidak membedakan satu daerah dengan daerah lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tambang Emas Martabe Fasilitasi Studi Banding Kelompok Tani

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Pemilih_Diimbau_Jeli_Pilih_Pemimpin_

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. jangan terlalu berharap banyak terhadap Kepala Daerah hasil Pilkada…. orang Papua suka bilang “ah kamu orang tipu-tipu torang saja ! ” ( Tipu-tipu = bohong, torang = kita ). siapa yang untung ? yah itu…. para bandar / Investor si calon dan TS – TS nya dapat kompensasi semacam dapat proyek lah….dan siapa yg peduli rakyat ?

  2. hahahhahah….,botul do puang i…,fakta do i.Adong do pe luai halak Tabagsel naso ra manarimo hepeng sian calon pemimpin waktu pilkada????…..Pala ADONG PE JADI PAMULUNG NI UBAT DOMA I….Sude,namarimbar….,napistar,naoto,na jeges na jat,na pendek,na lampas na sehat na cacat…SUUUUUDEEEE>>>>>>,nada bedabe…!

  3. Modal untuk ikut Pilkada itu mahal boss…. kalau terpilih pun maka rumus wiro sableng 212 berlaku, yakni 2 tahun pertama yang terpilih cuma sibuk kembalikan modal, 1 tahun yahhh…. mungkin kerja, dan 2 tahun terakhir nyusun strategi, cari modal untuk ikut pilkada lagi. ( syukur2 tak dilamar KPK nanti )

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*