Pemilukada Madina, Terdaftar di DPT Tapi Tak Dapat Kartu Pemilih – Bisa Nyoblos Pakai KTP dan SIM

Pelaksanaan pencoblosan Pemilukada Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang digelar 9 Juni mendatang, dimulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Pemilih bisa menyoblos menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) atau surat izin mengemudi (SIM), meski tidak mendapat kartu pemilih dan undangan memilih, namun terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT).

“Waktu pemilihan atau pencoblosan mulai pukul 07.00-13.00 WIB. Sementara bagi pemilih yang sudah ikut antrean namun belum menyoblos, sedangkan waktu sudah melewati pukul 13.00 WIB, maka pemilih yang bersangkutan harus ikut monyoblos dan diselesaikan semuanya, karena sudah hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebab itu hanya tekhnisnya saja. Kemudian dilanjutkan dengan penghitungan suara hingga selesai,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madina, Jefri Antoni SH kepada METRO, Minggu (6/6), melalui telepon selulernya.

Ditambahkan Jefri, bagi pemilih yang datang lewat pukul 13.00 WIB, dan ingin menyoblos, keputusan boleh atau tidaknya menyoblos, tergantung petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Itu tergantung petugas KPPS. Bisa saja petugas KPPS melayaninya atau tidak atau malah menutup pencoblosan dan segera memulai penghitungan suara, karena itu tidak melanggar,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Jefri, undangan dan kartu pemilih Pemilukada semuanya sudah disalurkan sesuai dengan jumlah DPT Madina yakni sebanyak 265.637 pemilih, dari jumlah penduduk Kabupaten Madina sebanyak 427.637 jiwa.

Baca Juga :  DPRD Minta KPU Segera Tetapkan Jadwal Pemungutan Suara Ulang Pilkada Madina

“Saya menjamin tidak ada pemilih yang terdaftar di DPT tidak mendapatkan kartu dan undangan pemilih. Sudah kita salurkan semuanya,” tuturnya.

Ketika ditanyakan apakah warga yang tidak mendapatkan kartu pemilih dan undangan memilih namun terdaftar di DPT, apakah bisa menyoblos, Jefri menegaskan bisa.

“Tapi untuk hal tersebut, petugas KPPS harus mensinkronkan terlebih dahulu data dalam DPT dengan kartu identitasnya seperti KTP, SIM, kartu nikah, kartu keluarga dan lainnya. Jika nantinya identitas yang bersangkutan di DPT sesuai dengan kartu identitasnya, maka yang bersangkutan bisa menggunakan hak suaranya di Pemilukada Madina 9 Juni mendatang. Tapi kalau tidak pas, ya mana bisa,” pungkasnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Bisa_Nyoblos_Pakai_KTP_dan_SIM

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*