Pemilukada Ulang Madina Awal 2011

Pemilukada ulang Kabupaten Mandailing Natal diperkirakan akan berlangsung awal tahun 2011. Alasannya, Pemkab Madina masih akan melakukan beberapa proses termasuk mengalokasikan biaya pemungutan suara ulang sesuai keputusan MK.

“Kalau dananya sudah dianggarkan, maka yang dilaksanakan pertama adalah untuk mengkondisikan keperluan Pemilukada seperti pengadaan logistik dan hal lain sebagainya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Madina, Gozali Pulungan MM saat ditanyai METRO di aula Bupati Madina ketika acara silaturahmi dengan Pj Bupati Madina Ir H Aspan Sopian Batubara MM, Selasa (21/9).

Diutarakan Sekdakab di hadapan sejumlah wartawan, Pemkab Madina sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Madina terkait pelaksanaan Pemilukada ulang. Pemkab juga sudah merancang terkait anggaran, dan hal yang menyangkut Pemilukada itu.

“Kalau anggarannya tertampung di P-APBD 2010, maka tahapan-tahapan pelaksanaan pemungutan suara ulang bisa dilaksanakan tahun 2011, dan bisa di awal tahun. Karena yang paling utama dilakukan dalam hal ini salah satunya mengondisikan keperluan-keperluan untuk itu. Selanjutnya akan memasuki tahapan,” sebut Gozali sembari belum bisa memastikan berapa anggaran yang dibutuhkan dan ditampung dalam P-APBD 2010.

PJ Bupati akan Netral

Sementara itu, Pejabat (Pj) Bupati Madina Aspan Sopian Batubara yang baru bertugas dua hari mengaku memiliki dua tugas utama sebagai Pj Bupati.

“Tugas utama yang saya emban adalah melakukan pembangunan daerah Madina dan pembinaan masyarakat serta memfasilitasi pelaksanaan pemungutan suara ulang sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK),” terang Aspan.

Baca Juga :  Sidimpuan Nunggak Raskin Rp. 65 juta

Aspan juga menegaskan, posisi dirinya di Madina sebagai PNS yang ditugaskan oleh Presiden melalui Mendagri dan Gubernur Sumatera Utara. Oleh karena itu, dirinya sebagai Pj Bupati akan netral dan tidak akan melakukan intervensi terhadap salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung.

“Marga boleh sama, namun jangan kita beranggapan kalau marga itu merupakan salah satu celah untuk mengatakan kalau saya adalah titipan untuk menyukseskan salah satu pasangan,” ujarnya mengklarifikasi isu yang muncul di tengah-tengah masyarakat, bahwa Pj Bupati Madina merupakan titipan dari pihak yang berkepentingan untuk menyukseskan salah satu pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Madina.

Sumber : http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Pemilukada_Ulang_Madina_Awal_2011

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*