Pemilukada Ulang Madina – Tertibkan Alat Peraga!

Sementara itu tim sukses atau TS setiap pasangan calon Bupati Madina diimbau menertibkan alat peraga kampanye yang dipajang di tempat umum. Imbauan ini disampaikan panitia pengawas pemilu jelang pemungutan suara ulang pada 20 April mendatang. “Pelanggaran yang kita temukan masih sebatas pemasangan alat peraga kampanye berupa spanduk pasangan calon yang ditempel di tempat-tempat umum,”  sebut salah satu anggota Panwaslu Madina, Abdul Haris Nasution SE kepada METRO, Senin (28/3).

Haris menjelaskan, spanduk yang mereka temukan memang sebagian masih spanduk lama pada pelaksanaan pemilukada Madina tahun lalu. Namun ada juga spanduk baru semisal ucapan selamat Hari Raya dan lain sebagainya. Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Panwaslu Madina, sudah menyurati pasangan calon untuk menertibkannya. “Ada juga yang belum ditertibkan. Bagi spanduk yang belum ditertibkan TS pasangan tersebut, kami yang akan menertibkannya sendiri. Ada beberapa spanduk yang kami amankan, dan itu menjadi catatan tersendiri bagi Panwaslu Madina bagi pasangan calon yang tak menertibkannya,” tambahnya lagi.

Sebab, tercapainya hasil yang maksimal pada pelaksanaan coblos ulang ini merupakan tanggung jawab Panwaslu sebagai pengawas berlangsungnya proses demokrasi di Madina. Panwaslu, sambungnya, idak akan pandang bulu terhadap seluruh pelanggaran yang ada dan akan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan, baik pasangan calon atau oknum yang berusaha melakukan pelanggaran pemungutan suara ulang ini.

Baca Juga :  Pembangunan Museum Purbakala Di Kota Padangsidimpuan Diduga Korupsi

”Kita tak ingin akibat pelanggaran yang dilakukan oleh oknum proses pemungutan suara ulang ini tercederai, seperti yang terjadi pada pemilukada lalu. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Hasil demokrasi sangat didambakan seluruh masyarakat,” sebutnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Madina agar sama-sama mengawal proses pemungutan suara ulang. Apabila ada terjadi pelanggaran, pihaknya mengimbau untuk segera melaporkannya kepada panwaslu kabupaten maupun di kecamatan. “Kemampuan kami cukup terbatas. Oleh sebab itulah masyarakat juga harus pro aktif mengawal proses pemungutan suara ulang ini,” tandasnya. (wan) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*