Pemimpin Madina Harus Tahu Jumlah Desa

Senin, 30 November 2009- www.metrosiantar.com

menjelang pilkada madina 2010

MADINA-METRO; Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan pesta demokrasi rakyat langsung untuk menentukan pemimpinnya ke depan melalui satu hak suara yang dimiliki tiap pemilih. Di mana seluruh lapisan masyarakat sama-sama memiliki asa dan berharap pemimpin seterusnya bisa lebih bagus dan lebih merakyat dibandingkan pemimpin sebelumnya.

Dekatnya pemilihan Bupati/Wakil Bupati di Kabupaten Madina di tahun 2010 mendatang membuat masyarakat sering membicarakan hal seputar kepemimpinan, seperti apa pemimpin Madina selanjutnya. Ini disebabkan karena banyaknya tokoh-tokoh yang sudah diakui sebagian masyarakat kepopularitasannya bermunculan dan berambisi untuk mencapai tahta nomor 1 di Bumi Gordang Sambilan ini.

“Dengan kenyataan yang ada, sebagian masyarakat yang lain kebingungan dan bertanya bagaimana perhatian pemimpin yang akan datang ini terhadap rakyat Madina yang sangat membutuhkan rasa loyalitas yang tinggi terhadap rakyat, karena dari sekian banyak balon Bupati saat ini yang muncul, tetapi masyarakat belum mengetahui apakah dia betul-betul paham tentang kondisi Madina baik dari kondisi ekonomi, budaya, adat, sosial dan juga Sumber Daya Alam di Madina,” ujar seorang pengamat politik Kabupaten Madina, Ali Musa Manto yang ditemui METRO Minggu (29/11) kemarin.

Manto menyebutkan, yang menjadi pemimpin Madina ke depan harus dari orang yang memang benar-benar faham kondisi Madina sepenuhnya.

“Jangan hanya memikirkan SDA yang ada, tetapi mereka harus faham betul bagaimana yang di inginkan rakyat apalagi sekarang ini kondisi ekonomi masyarakat Madina masih jauh tertinggal. Ini seharusnya menjadi beban moralitas siapapun mereka nanti yang menjadi Bupati di Madina,” sebut Manto.

Baca Juga :  Anggota DPR Minta Bupati Tapsel Berkantor Di Sipirok

Dia juga menambahkan bahwa Balon Bupati Madina yang muncul saat ini banyak sekali lebih dari 10 orang atau pasangan, tetapi menurut analisanya para Balon Bupati yang muncul saat ini harus paham betul bagaimana kondisi Kabupaten Madina. Begitu juga dengan bentuk geografis Kabupaten Madina juga pemerintahan desa lanjutnya, menurut dia balon Bupati yang muncul saat ini kurang mengetahui kondisi penduduk desa. Di mana masih banyak desa terisolir dan sangat membutuhkan perhatian dari pemimpin nantinya.

“Jangan sampai ditanya berapa jumlah desa di Madina, meraka tak tahu. Ditanya jumlah kecamatan saja, saya yakin mereka juga susah menjawabnya. Mereka harus bisa sepenuhnya mengayomi masyarakat, jangan dulu membangun tol kalau masyarakatnya tak makan, mau bilang apa,” ucapnya.

“Sebenarnya ada beberapa orang yang benar-benar ikhlas ingin membangun Kabupaten Madina dan tahu betul kondisi Madina, baik karakter masyarakatnya, kondisi ekonomi masyarakat dan orangnya juga asli putra daerah, orang ini saya lihat memang betul berjiwa rakyat dan masyarakat juga saya lihat memiliki respon yang sangat bagus terhadap mereka,” pungkasnya.

Saat ditanya METRO siapa orang tersebut Ali Musa Manto mengatakan belum waktunya disebutkan siapa figur tersebut.

“Belum waktunya, kita lihat dulu sampai di mana keinginannya membangun Madina,” tuturnya mengakhiri. (mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Puluhan Pengusaha Warnet di Sibuhuan datangi Telkom

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*