Pemindahan Pemerintahan Tapanuli Selatan tidak terlaksana setelah melewati Batas Waktu Proses pemindahan

Oleh : Ucok Regar *)

Pasar Sipirok - Ibu Kota Tapanuli Selatan, yang selalu dijadikan Isu Politik bagi sebagian Politikus untuk meraih Dukungan Masayarakat - Oh Sipirok...... !

Tahun 2010 sudah berakhir dan sekarang kita berada di Tahun 2011 yang merupakan tahun yang diharapkan banyak orang terhadap suatu perubahan yang lebih baik dan tindakan-tindakan yang berpihak ke Masyarakat dan yang nyata terjadi di tahun ini.
Begitu juga tentang harapan-harapan Masyarakat Tapanuli Selatan tentang pemindahan Pemerintahan Tapanuli Selatan yang selama ini diharapkan akan pindah ke Wilayah yang sudah ditetapkan yaitu di Wilayah Tapanuli Selatan. Saat ini banyak mencetuskan agar pemerintahan berada di wilayah Sipirok sebagai salah satu kota kecamatan dan dipandang paling layak jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya.

Bagi sebagian Kecamatan hal itu tidak jadi permasalahan namun bagi beberapa pihak yang merasa paling berjasa dan mempunyai kekuasaan untuk penetapan hal itu, rasanya masih belum melihat hal itu layak untuk dilaksanakan dari sejak adanya pemekaran-pemekaran wilayah di Tapanuli Selatan. Dan hal inilah yang menjadi memunculkan salah satu permasalahan yang ada saat ini di Tapanuli Selatan.

Banyak orang bertanya-tanya kapan pindah kantor Pemerintahan dari Padangsidempuan yang dulu bahagian dari pemerintahan Tapanuli Selatan ke wilayah yang sudah ditetapkan oleh peraturan. Mengapa hal itu begitu susah dilakukan?, Bagaimana menjadi suatu propinsi sedangkan masalah internal Pemerintahan Daearah saja belum beres. Kalau ada sindiran yang mengatakan ” Baru Lahir sudah minta kawin”, sangat tepat menurut saya ungkapan itu untuk wilayah-wilayah Kabupaten yang dulu berada di Pemerintahan Tapanuli Selatan. Baru lahir mungkin dalam kiasan ini mengandung makna bahwa Pemekaran wilayah Tapanuli Selatan yang saat ini menjadi beberapa Kabupaten Baru dan itu baru terjadi beberapa Tahun. Sudah Minta Kawin mengandung makna mengajukan pemekaran menjadi suatu Propinsi dan terpisah dengan Propinsi Sumatera Utara. Dan hal inilah yang sangat disayangkan oleh masyarakat, pemekaran Kabupaten saja belum selesai sudah meminta Pemekaran menjadi Propinsi.

Baca Juga :  Beberapa Pertanyaan Dalam Kasus Cikeusik (Pandeglang-Banten)

Kalau kita baca kembali Peraturan yang ada tentang penetapan Ibukota Propinsi Tapanuli Selatan, telah ditetapkan di wilayah Kecamatan Sipirok dan tentunya dalam jangka tertentu (kalau tidak salah sekitar 18 Bulan sejak ditetapkan) hal tersebut harus sudah dipindahkan. Pertanyaannya setelah batas waktu itu tidak terpenuhi, bagaimana status pemerintahan Tapanuli Selatan, jika waktu yang telah ditetapkan tidak dipenuhi oleh wilayah yang sudah dimekarkan, apa akibatnya?
Ini semua harus jelas dijelaskan oleh Pemerintahan Tapanuli Selatan kepada masyarakat agar tidak menjadi polemik yang berkelanjutan dan tidak saling berbeda-beda pendapat dan menduga-duga yang membuat suasana di wilayah Tapanuli Selatan tidak baik.

Saat ini ada beberapa Organisasi mungkin yang berupaya terus mengupayakan agar pemerintahan ini terlaksana di wilayah Sipirok namun sebagian orang bisa saja berupaya agar hal ini tidak terlaksana. Untuk itu, kalau benar-benar orang-orang yang terlibat dalam Pemerintahan Tapanuli Selatan, DPRD Tapanuli Seltan dan juga tokoh2 masyarakat yang mempunyai pengaruh untuk membangun Tapanuli Selatan ke arah yang lebih baik, sudah saatnya perlu dibangun suatu kekuatan masyarakat dari seluruh wilayah Kecamatan yang ada di Tapanuli Selatan bekerja sama secara bahu membahu agar Pemindahan Ibukota Tapanuli Selatan serta seluruh Pemerintahan Tapanuli Selatan pindah ke Sipirok sebagaimana yang telah diamanatkan Peraturan yang telah dibuat sekitar tahun 2001 lalu. Tanpa mengupayakan kerjasama secara bersama-sama diantara kecamatan yang ada, maka Polemik Pemindahan Pemerintahan Tapanuli Selatan ini akan berkelanjutan terus dan sulit dilaksanakan hingga waktu yang tidak bisa dipastikan. Hal ini berdasarkan kekuatan untuk pengambilan suatu keputusan tersebut tentunya tidak hanya terpokus di wilayah Sipirok saja, namun tersebar di kecamatan lainnya baik kekuatan Tokoh Masyarakat, Anggota DPRD, Kekuatan organisasi Partai maupun kekuatan organisiasi masyarakat.

Ada yang terlupakan oleh orang yang menginginkan agar dalam proses pemindahan Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan terlaksana secepatnya sehingga lebih dekat ke masyarakatnya yaitu “BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH”. Kalau diantara Wilayah-wilayah Kecamatan Tapanuli Selatan perpecah-pecah untuk mendukung pemindahan ini, maka jangan pernah berharap Pemindahan Pemerintahan Tapanuli Selatan ini akan terjadi di tahun 2011 ini atau di tahun-tahun yang akan datang. Yang ada nantinya adalah keprustasian di masyarakat, tokoh, Anggota DPRD dan juga para pihak yang terkaid. Hal ini akan menimbulkan gejolak baru yang bisa melemahkan perjalan kearah Kemajuan Tapanuli Selatan itu sendiri.

Baca Juga :  Limbah Tambang (Tailing)

Untuk bagi masyarakat Tapanuli Selatan yang merasa mencintai wilayah Tapanuli Selatan, perlu memberikan perhatian terhadap permasalahan ini agar bisa lebih cepat terealisasi pemindahan Pemerintahan Tapsel ini ketempat yang telah ditetapkan.

*) Profesional dan bekerja di Jakarta, Pemerhati Pembangunan Tapsel

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

16 Komentar

  1. Untuk bapak- bapak yang terhormat tolonglah direalisasikan segera agar masyarakat kita TAPSEL tidak terjadi pro-kontra yang berlebihan.apa susahnya sih..cuma pemindahan,sebesar kota jakarta aja bisa dipindahkan

  2. Syahrul dan Rapolo harus Kompak tapi bukan harus kompak menyakiti rakyat,,, Ingat Lho Anda jadi Bupati/Wabup krn ada Rakyat, Klo rakyat tdk ada mk anda tdk ada… Atau mungkin sekarang lagi adanya manuver susunan kabinet,, dan hitung2 Harga lelang utk itu

  3. sangatn kita harapkan SARASI dpt mengakomodir keinginan ini emang pindah bukan hal yang mudah tapi mengobati hati rakyat yg terluka itu lebih berat… Cari donk SOLUSI SHARUL DAN ONGKU.. apakah sudah menjadi diktator dan dotoriter setelah duduk di Singgahsana nya

  4. di Sipirok suasana masih cuek tak banyak yg berkomentar kenapa Ibu Kota belum juga pindah ke Sipirok ? hihihihiih….. apa karena sungkan atau malu karena waktu Pilkada kemarin dikasih sada ABIT CAP KERBAU DUDUK ?

  5. Rapollo dan Syharul memanfaatkan isu pemindahan ibu kota Tapsel ke sipirok untuk mencari simpati masyarakat dan yang lebih parah dan licik lagi adalah Rapollo yang dulu juga sebagai wakil bupati nekat berkantor di sipirok dengan alasan sebagai wakil bupati tidak mau melanggar UU No.37 th 2007 kalau tetap berkantor di P.sidimpuan. Sekarang Rapollo juga tetap sebagai wakil bupati tapsel tetapi sekarang dia menjilat ludahnya sendiri dan melanggar UU No.37 th 2007 dengan sekarang berkantor di P.sidimpuan. sekarang baru ketahuan Rapollo munafik. dulu berkantor di sipirok bukan untuk memperjuangkan pemindahan ibukota tapsel, tetapi hanya karena kepentingan pribadi yang mungkin berseberangan dengan Ongku.

    • Salam Kenal Lae…, Saya sering ikuti komentar anda yang sangat keras di apakabarsidimpuan… salut buat lae yang kritis… dan pandangan lae mengenai Bang Rapolo, sama dengan saya…, kayaknya kita harus bergerak lagi ni Lae…, Biar Pasangan Serasi Tak Berlambat-lambat mengenai Pemindahan Ibukota Sipirok ni…..,

    • Anda kayaknya kurang sabar dan kurang mengerti permasalahan mengenai… Proses pemindahan Ibukota Tapsel ini…. Saya mengerti Bang Rapolo juga Punya beban tetapi ini bukanlah permsalahan seperti membalikkan tangan…., dan yang saya tahu Pasangan SERASI sampai sekarang tetap memegang Janji ini dengan membuat Masalah ini menjadi permasalahan yang Urgent… Hanya saja butuh waktu apalagi Persoalan Keuangan Pemko yang sempat Defisit di tinggalkan Ongku — menurut saya Sabar saja SEARASI pasti akan merealisasikan Pemindahan Ibukota Tapsel ini… Sekian dan Salam

      • Ise do Hamu….? Ise do “ada aja”…? anda TS SARASI kah…?, anda menyuruh kami bersabar…? sampai kapan…? bukankah Janji telah di ucapkan… dan Waktunya telah Lewat… seharusnya walaupun permasalahan ini bukan seperti “membalikkan tangan” (seperti kata anda) , berikan dong Informasi kayak sosialisi supaya kami Rakyat ini tak merasa di Pecundangi… Songoni do dabo… Lae… Salam Juga

  6. Mudah-mudahan waktu yang tersisa diperiode ini bisa dimamfaatkan dan beri perhatian untuk masalah ini bagi Para Pejabat, DPRD setempat dan juga para tokoh masyarakat yang berkeinginan Tapanuli Selatan lebih baik dari kemarin, Sekarang dan akan datang. Para Pejabat yang aktif sekarang ini, DPRD perlu membuktikan bahwa mereka mampu mengupayakan keingingan masyarakat Tapanuli Selatan ini di waktu yang tersisa selama periode ini, Kalau tidak?? maka Grafik kepercayaan akan semakin mengarah kebawah hari demi hari di masa yang akan datang…

  7. Saya telah ragu semenjak dari awal, mengenai masalah ini….. Ini lah mental politikus kita yang selalu melihat suatu isu untuk menarik simpati…., saya masih ingat dulu ada satu group do facebook yang di berik nama “Say No To Ongku” dan menurut saya itu sangat berhasil dan memang Ongku tidak terpilih lagi…. Bagaimana Ada yang Mau buat “Say No To Syahrul” Lagi ? — ah……

  8. Ternyata si Sahrul Pasaribu dan Rapolo sama saja banjingannya dengan si Ongku, ini mungkin lebih parah karena mereka telah menggunakan isu ibu kota membohongi rakyat untuk pemenangan pilkada, terkutuk kalian berdua sahrul dan rapolo…………………..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*