Pemkab Akan Tertibkan PKL Pasar Baru Panyabungan

Panyabungan, Kondisi Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), semakin semrawut. Pemerintah Kabupaten Madina berencana menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan masuk dan keluar Pasar Baru sebagai pusat perbelanjaan masyarakat Madina. Selain itu, sampah di Pasar Baru Panyabungan tidak terurus sehingga menumpuk dimana-mana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Madina M Daud Batubara MSi didampingi Asisten Tata Praja Sahnan Pasaribu MM saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Baru Panyabungan, Sabtu (03/09/2011) siang mengatakan, sejak pasar ini berdiri sekira 5 tahun lalu, PKL memakai sebagian badan jalan keliling pasar untuk tempat berjualan tanpa ada izin resmi.

Pantauan wartawan, ratusan PKL berjualan di sepanjang jalan keliling pasar. Lebar badan jalan kurang lebih 3,5 meter, terpakai sekitar 1,5 meter, sehingga lalu lintas selalu macet setiap hari. Bahkan tak sedikit PKL yang mendirikan bangunan permanen tanpa izin. Di samping itu becak bermotor parkir di sembarang tempat dan yang lebih parah lagi PKL membuang sampah di sembarang tempat. Akibatnya sampah menumpuk di belakang pasar bau busuk menyebar kemana-mana.

Sekda menyampaikan, kondisi Pasar Baru Panyabungan saat ini sangat memperihatinkan akibat kurangnya perhatian instansi atau SKPD terkait dalam mengelola pasar kebanggaan masyarakat Madina itu. Oleh karena itu Pemkab Madina akan menata dan memperbaiki kembali kondisi ini dengan menerapkan peraturan yang seharusnya.

Baca Juga :  Ratusan Kendaraan Terjebak Macet di Jalinsum Nabundong Paluta

“Banyak sekali yang harus dibenahi di pasar ini sebagai pusat keramaian masyarakat. Kita sebenarnya tak ingin melakukan kekerasan kepada pedagang karena mereka juga merupakan masyarakat kita namun kita ingin pasar kita ini tertata dan nyaman dan salah satu caranya dilakukan dengan teguran dan kalau tak mau baru dilakukan pembongkaran,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) M Daud Batubara MSi didiampingi Asisten Tata Praja Sahnan Pasaribu MM melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Baru Panyabungan, Sabtu (03/09/2011). Dalam sidak tersebut, Sekda mengatakan akan membenahi Pasar Baru Panyabungan diantaranya melakukan penertiban pedagang kaki lima. (Beritasumut.com/MS Putra)

Dilanjutkannya, untuk memperbaiki Pasar Baru Panyabungan, masih banyak cara persuasif yang bisa dilakukan tanpa mengambil langkah yang tegas dan kekerasan. Misalnya melakukan pembongkaran paksa karena masih ada lokasi/lahan pasar yang “mubazir” alias belum banyak digunakan pedagang tepatnya di bagian paling belakang pasar. Lahannya sekitar setengah hektar dan belum banyak ditempati pedagang. Lokasi ini hanya ditempati penjual pisang dan kelapa.

“Kalau para PKL mau bekerjasama dengan kita mereka bisa menempati lahan yang di belakang dan itu masih luas dan masih sedikit yang menempati. Untuk itu Pemkab Madina akan mencoba melakukan musyawarah dengan Kepala Pasar dan para pedagang terutama PKL yang ada di badan jalan bagaimana supaya pasar baru ini bisa nyaman dan teratur,” tambahnya.

Sementara Sekretaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Madina Ismail Lubis yang juga sebagai petugas pasar optimis PKL akan bisa mematuhi peraturan asalkan tidak terlalu dirugikan. Hanya saja selama ini PKL mengaku tak mau berjualan di bagian belakangn pasar karena lokasinya tidak terurus.

Baca Juga :  Baliho Pemkab Tapsel berbau kampanye pilkada disorot

”Saya yakin mereka akan mau pindah asal ada jaminan ketenangan kepada mereka dan tak kalah penting jangan ada ketimpangan dalam tindakan dan kebijakan pemerintah nantinya. Semisal tempat berjualan yang aman, karena pasar belakang yang berbatasan dengan sawah tidak punya dinding sehingga PKL khawatir tak ada jaminan keamanan,” jelasnya. (BS-026)

(beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*