Pemkab Cueki Korban Banjir – Kades: Satu Senpun Tak Ada Bantuan dari Pemerintah

MADINA – Sungguh menyedihkan nasib yang dialami korban banjir di Dusun Baronjong Desa Sale Baru Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal (Madina)ý yang terjadi pada Rabu dini hari (26/11) yang lalu. Akibat banjir yang melanda dusun Baronjong, tiga unit rumah warga hanyut total dan belasan rumah rusak berat, bahkan ada seorang anak yang meninggal dunia terseret derasnya air.

Informasi dihimpun Metro Tabagsel dari Kepala Desa Sale Baru, Bahrum, Selasa (9/12) kemarin mengatakan, sudah dua minggu lamanya pasca banjir yang melanda Dusun Baronjong Desa Sale Barýu, sampai hari ini belum ada sama sekali bantuan yang diterima warga, padahal saat ini banyak warga yang jadi korban dan tidak punya rumah lagi.

“Kami tidak tahu harus bagaimana lagi, sampai sekarang tidak ada sama sekali bantuan pemerintah kepada warga yang jadi korban banjir. Kami tidak tahu bagaimana pemerintahan ini, apakah warga dibiarkan terus seperti ini, ada yang kehilangan anak, dan ada beberapa warga yang kehilangan tempat tinggal,” keluh Bahrum kepada Metro Tabagsel.

Dia juga menceritakan, sampai hari ini warga terutama yang menjadi korban setiap waktu menanyai Bahrum terkait bantuan Pemerintah yang tidak datang-datang.

“Satu senpun tak ada bantuan sampai sekarang, makanya warga sangat kecewa kepada ýPemkab Madina yang tidak ada perhatian sama sekali kepada rakyatnya. Warga saya setiap waktu menanyakan apakah bantuan sudah datang, karena warga yang rumahnya hanyut sampai sekarang tidak punya tempat tinggal, dan mengungsi di rumah warga lain. Ini sangat menyedihkan kami, belum lagi fasilitas umum seperti jalan dan jembatan yang putus dan tidak bisa dimanfaatkan lagi, akibatnya masyarakat kesulitan berusaha mencari makan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah - Pemko Padangsidimpuan Dengan PengecualianWDP

Sementara itu Sekretaris PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Madina Kobol Nasution mengecam tidak adanya kepedulian pemerintah kabupaten Madina terhadap rakyatnya yang menjadi korban banjir, bahkan sempat seorang balita meninggal dunia.

“Kami prihatin melihat kondisi Madina saat ini, masyarakat korban banjir sama sekali tidak dipedulikan pemerintah. Jangankan bantuan, Bupati maupun stafnya tidak ada yang berbagi duka dengan masyarakat. Kita berharap, penderitaan rakyat ini segera berakhir, apakah pemerintah tidak merasakan ketika tempat tinggal sudah tidak ada dan menompang hidup di rumah orang lain,” kata Kobol yang juga putra Pantai Barat itu. Kobol berharap, Pemkab Madina segera mengambil kebijakan dan memperhatikan masyarakat korban banjir.

“Mereka sangat terpukul, hidup mereka saat ini kesulitan, persediaan makanan sudah tidak ada, ditambah sulitnya berusaha akibat fasilitas yang rusak dan runtuh akibat banjir. Pemerintah kami harap tidak biarkan rakyatnya menderita, apalagi perangkat desa sudah melaporkan kejadian banjir ke pemerintah, tidak mungkin mereka tidak tahu kondisinya di sana,” tambahnya. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*