Pemkab Didesak SeriusTangani Longsor Pakantan

PANYABUNGAN ( Berita ) : Warga Kec. Pakantan Kab. Mandailing Natal mendesak Pemkab Madina melalui Dinas Pekerjaan Umumserius menangani longsor di Jalan Pakantan yang kerap terjadi. Akibat seringnya longsor kalau musim penghujan di wilayah ini, roda perekonomian menjadi terganggu.

Hal itu dikatakan salah seorang warga Pakantan, Iwan Nasution, 38 , kepada Waspada, Minggu (15/1) di Kotanopan. Menurutnya, longsor yang terjadi di Jalan Pakantan sudah berlangsung bertahun-tahun, namun sampai saat ini belum ada solusi yang tepat untuk mengatasinya.

“Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Kalau hujan turun jalur ini pasti longsor. Sedihnya lagi, kalau sudah longsor bukan saja terjadi di satu titik, tapi bisa mencapai 4-5 titik.

Titik terparah ada di wilayah Tanah Putus, Desa Tanjung Medan Kec. Muara Sipongi. Kalau sudah longsor di daerah ini, bisa 2-3 hari baru bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia, kalau Pemkab Madina serius mengatasi longsor ini bisa saja dilakukan,misalnya dengan mengeruk atau mengangkat material tanah yang ada di atas bukit agar jangan longsor.

Selain itu Pemkab Madina seharusnya mensiagakan alat berat di kawasan ini, jadi setiap longsor terjadi pengangkatan material tanah langsung bisa dilakukan tanpa harus menunggu sampai berhari-hari sehinga tidak mengganggu kelancaran arus lalulintas.

Seringnya longsor di wilayah ini mengakibatkan terganggunya perekonomian warga. Bukan itu saja, anak sekolah yang menggunakan jalur ini sering terlambat atau tidak masuk sekolah.

Baca Juga :  Pengurus FKUB Paluta Dikukuhkan

Parahnya lagi, akibat transportasi tidak bisa lewat, harga-harga kebutuhan pokok di daerah menjadi mahal. Bayangkan saja, kalau sudah longsor terjadi, material tanah baru diangkat 2-3 hari, ini kan sangat menganggu aktivitas warga,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Amiruddin, Kepala Desa Pakantan Dolok. Kondisi jalan longsor beberapa tahun belakangan ini sangat mengganggu perekonomian warga. Bukan itu saja, harga kebutuhan pokok menjadi mahal di daerah ini.

Kita berharap Pemkab Madina serius menangani longsor ini, karena setiap longsor terjadi masyarakat menjadi sengsara. Upaya pengangkatan material longsor sebenarnya sudah dilakukan masyarakat, namun mengingat banyaknya material tanah yang jatuh kebadan jalan tenaga manusia tidak memungkin lagi untuk mengangkatnya kecuali dengan alat berat.

Kondisi longsor ini juga dikhawatirkan akan mengundang kecelakaan di kawasan ini. Selain badan jalan sangat licin, juga dikiri kanan jalan terdapat jurang yang dalam mencapai 50 meter. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pokok kayu yang tumbang dan jalan yang abrasi. Kalau tidak betul-betul ditangani secara serius dikhawatirkankan menimbulkan korban jiwa,”katanya. (WSP/c15)

www.beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*