Pemkab Harus Berantas Pungli di Dinas Pendidikan Palas

PADANG LAWAS | Ditengah gencarnya pemerintah untuk memperbaiki sistem dan meningkatkan mutu Pendidikan di Indonesia dengan menggelontorkan dana 20% dari APBN, namum masih saja ada oknum-oknum yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi

Seperti halnya di Kabupaten Padang Lawas, dugaan berbagai pungutan liar (Pungli) di lingkungan Dinas Pendidikan sudah senter beredar dimasyarakat. Demikian disampaikan Pengamat Pendidikan dari LSM Pusat Komunikasi Peduli Pedidikan, Seni Budaya dan Keagamaan wilayah Tabagsel, Sahat Gemayel Lubis

“masalah pungli dilingkungan Dinas Pendidikan Palas sulit untuk diberantas bila pemimpinnya sendiri tidak ada kemauan untuk itu, atau bahkan terlibat didalamnya. Padahal Indonesia sekarang sudah membahas peningkatan mutu pendidikan, di Palas masih berkutat masalah pungli, memang sangat miris” sesal Sahat

Kami mendesak Pemkab Palas untuk segera menyelesaikan masalah ini, bila berlarut-larut akan membentuk imej Dinas Pendidikan menjadi sarang Pungli, lanjut Sahat

Maraknya dugaan berbagai macam pungli yang dilakukan Disdik Palas sudah menjadi rahasia umum dan buah bibir di masyarakat maupun dikalangan guru sendiri. Hal ini diduga dilakukan dengan cara melakukan koorporasi dengan Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD) Disdik yang ada di kecamatan, untuk menghimpun uang pungli tersebut, kemudian menyerahkannya kepada Kadisdik, Dra. Hj. Hamidah Pasaribu, M. Pd melalui Sekretaris Disdik Palas, Dra. Hj. Masnot.

Beberapa dugaan pungli Disdik Palas, antaralain penjualan Buku Pedoman Kurikulum Tahun 2013 Pembelajaran Berkarakter Rp 1,5 juta/sekolah. Pengurusan pencairan dana tunjangan guru bersertifikasi sebesar Rp 300 ribu/guru. Kemudian penjualan photo pajangan Bupati dan Wakil Bupati Palas sebesar Rp 600 ribu/sekolah. Apabila dugaan pungli itu benar, perputaran uang dari tiga pungli tersebut mencapai milyaran rupiah.

Baca Juga :  Pemilukada Ulang Madina - Tertibkan Alat Peraga!

/HN

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*