Pemkab Madina Didesak Operasikan Klinik Malaria

Foto: belum difungsikan Klinik Malaria di Desa Tapus Kecamatan Lingga Bayu yang belum pernah difungsikan sejak dibangun beberapa tahun yang lalu sampai sekarang terlihat tutup (medanbisnis/zamharir rangkuti)
MedanBisnis – Panyabungan. Klinik Malaria di Desa Perbatasan, Kecamatan Lingga Bayu, Madina, sejak setelah selesai dibangun belum dimanfaatkan.

M Yamin Nasution, salah seorang masyarakat yang menghibahkan lahan pertapakannya, untuk membangun Klinik Malaria itu, mengaku sangat kecewa kepada Kepala Kantor (Kakan) Penanggulangan Malaria yang belum mengoperasikan klinik yang sudah dibangun sejak beberapa tahun yang lalu.

“Kita sudah menghibahkan tanah pertapakan Klinik Malaria dan pertapakan perumahan bidan desa, namun sampai sekarang klinik tersebut belum pernah buka sehingga masyarakat yang mau berobat malaria ke klinik tersebut tidak bisa,” kata Yamin kepada wartawan, Jum’at (26/10).

Hal serupa juga disampaikan Fraksi Golkar Plus dalam acara rapat paripurna pandangan umum Fraksi terhadap Nota Keuangan R PAPBD TA 2012. Fraksi Golkar Plus menilai, Madina sangat rentan dengan penyakit malaria, sehingga Pemkab didesak segera mengoperasikan Klinik tersebut.
“Kita mendesak agar Pemkab Madina segera mengoperasikan Klinik Malaria di Desa Tapus Kecamatan Lingga Bayu itu, karena klinik tersebut sudah sangat mendesak untuk kesehatan masyarakat,” ujar juru bicara Fraksi Golkar Plus Jaffar Rangkuti.

Kepala Pusat Penanggulangan Malaria, dr Sarifuddin yang dihubungi melalui telepon selulernya, terkait belum difungsikannya Klinik Malaria di Lingga Bayu Madina mengatakan, pihaknya terkendala dengan SDM dan belum adanya penyerahan gedung tersebut dari aset kepada mereka.
“Memang sejak dibangunnya Klinik Malaria di desa tersebut, belum pernah difungsikan,” katanya.

Baca Juga :  Polres Padang Sidimpuan Amankan Sabu dari Tersangka Penganiayaan Berinisial NP ( 45 )

Lebih lanjut Sarifuddin mengatakan, beberapa tahun lalu ada dua Klinik Malaria yang dibangun di wilayah pantai barat, yakni di Desa Tapus Kecamatan Lingga Bayu dan di Kecamatan Batahan. Namun, sampai saat ini, klinik tersebut belum difungsikan akibat terkendala SDM.

“Memang pada tahun lalu kita sudah ada menerima tenaga dari Dinas Kesehatan, namun ada empat tenaga medis yang sudah kita terima SK-nya, namun sampai sekarang ini tidak aktif. Ntah dikarenakan apa kita tidak tahu, kalau mengenai perlengkapan kesehatan sudah ada semua,” kata Sarifuddin.  (n  zamharir rangkuti) – medanbisnisdaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*