Pemkab Madina Lakukan Operasi Pasar Beras

Belakangan ini sejumlah harga bahan pokok, seperti beras melonjak tajam. Masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan itu. Seperti halnya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pemerintah setempat segera mengantisipasi dengan membuka operasi pasar murah untuk tahap awal di empat kecamatan di daerah itu.

“Dalam beberapa hari ini, instansi terkait seperti perekonomian dan Dinas Perindag sudah melakukan koordinasi dan rapat tentang pelaksanaan operasi pasar atau OP dengan pihak Bulog Padangsidimpuan,” kata Kabag Humas Pemkab Madina, Taufik Lubis, siang ini.

Menurut Taufik, harga beras paling mahal di pasar saat ini berkisar Rp7.500 perkilogram. Untuk itu, diambil keputusan oleh pihak kecamatan untuk memberikan data berapa beras murni yang diperlukan masyarakat. Kemudian dikirim ke Bulog dengan pembagian 50 kilogram per KK dengan harga Rp6.300 perkilogram.

“Kuliatas beras yang akan dibagikan mutunya lebih bagus dari beras raskin. Dan pihak Bulog siap menyediakan beras yang dibutuhkan masyarakat di empat kecamatan,” ujar Taufik.

Ariani Lubis (35), ibu rumah tangga Panyabungan ini, mengakui harga beras masih mahal dan bahkan harga sudah naik lagi berkisar Rp3.000 per karung ukuran 25 kilogram.

“Kalau kemarin harga beras jenis 64 masih Rp225.000 per karung. Namun pada hari ini sudah naik Rp3.000 dan per karungnya menjadi Rp228.000.

Kalau di buat per kilogramnya mencapai Rp9.120. Dan jenis beras ini masih kelas tiga belum lagi beras kelas satu berapa lagi harganya. Karena itu, kita sudah menungu adanya operasi pasar murah,” pintnya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  RSU Natal Kurang Diperhatikan Pemkab

3 Komentar

  1. Kab. Madina walaupun terbilang penghasil beras tetap akan terpengaruh oleh naiknya harga beras nasional. Bahan bakar aja kalau murah di Indonesia diseludupkan ke luar negeri. namanya pasar tidak mungkin satu daerah murah daerah lain sangat mahal…………… namanya juga pasar.

  2. Kabupaten Madina yang kita tahu selama ini adalah salah satu sumber Penghasil Beras untuk Daerah lainnya… sangat aneh kalau Masyarakatnya kesulitan memenuhi kebutuhan seperti kebutuhan Beras untuk masyarakat Madina yang umumnya masyarakat adalah petani yang memiliki luas persawahan dan pertanian sangat memadai untuk masyarakatnya.
    Jadi sangat aneh rasanya kalau di Daerah Madina ada operasi Pasar beras…..
    Apa udah masuk kelompok / kategori……”TIKUS MENDERITA DAN MATI KELAPARAN DI LUMBUNG PADI” maaf istilah itu cukup keras namun janganlah sampai terjadi itu di daerah Penghasil salah satu Beras di SUmuatera Utara ini…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*