Pemkab Madina ‘Mandul’ Atasi Banjir

PANYABUNGAN –  Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) dinilai kurang siap menghadapi bencana yang ada di beberapa titik rawan, dan dinilai belum memiliki program nyata jangka panjang untuk mencegah bencana serupa di masa datang.

Sementara peralatan dan perlengkapan darurat bencana yang dimilikipun masih kurang baik dengan pengantisipasi datangnya  rawan longsor dan banjir  bandang di Kecamatan Panyabungan kota.

Sebagai contoh, desa Mayabar yang masih tetap dilanda banjir dan sungai Aek Rantopuran terus mengirim lumpur erosi ke rumah – rumah warga apabila datang hujan.

Akibat cuaca ekstrim di tahun 2013 ini, sering datang hujan di kawasan hulu Aek Rantopuran Kecamatan  Panyabungan Kota, mengakibatkan selalu terjadi banjir bandang.

“Ini karena Pemkab Madina belum spontan mengantisipasi meluapnya  sungai Aek Rantopuran,” Taupik tokoh masyarakat di sana.

Menurut Taupik, sebenarnya bisa diperhitungkan bahaya banjir, sehingga masyarakat memiliki persiapan untuk evakuasi.

“Nah ini lah, karena tidak ada  tanggapan dari Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara SE, maka rakyat di daerah itu terus menderita,” ujarnya.

Seharusnya, Pemkab Madina memberikan signal atau pengumuman kepada masyarakat setempat apabila ada tanda -tanda akan adanya banjir bandang. Hal ini seyogianya harus dilakukan supaya masyarakat siap siaga mengantisipasi datangnya banjir.

Kepada Pemkab ke depannya diminta untuk mengkaji kembali dan memperbaiki bagaimana cara kinerja mengantisipasi banjir bandang supaya tidak terulang kembali seperti yang lalu. (TH)

Baca Juga :  Hari ini BMKG Wil I Gelar Peningkatan Kemampuan Pegawai

Sumber: kpkpos.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*