Pemkab Madina Segera Segel Ruko,Kios Dan Loss Bermasalah di Pasar Panyabungan

MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam waktu dekat akan melakukan tindakan tegas berupa penyegelan ruko, kios dan loss yang tidak memiliki izin maupun yang bermasalah di Pasar Panyabungan.

Demikian disebutkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi UKM dan Pasar Pemkab Madina Lis Mulyadi Nasution melalui Kabid Pasar Mangatas Tua Nasution, kepada Metro Tabagsel, Kamis (13/11) di ruang kerjanya di komplek perkantoran Paya Loting Pemkab Madina.

Menurut Mangatas, saat ini Pemkab Madina sedang menyusun SK tim eksekusi yang rencananya dikomandoi ?Inspektorat bersama SKPD terkait lainnya. “Saat ini kami sedang mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan rencana eksekusi. Dan, eksekusi pasti dilakukan dalam waktu dekat, tidak ada tawaran lagi, karena semua proses dan tahapan teguran sudah kami lakukan,” sebut Mangatas.

Masih kata Mangatas, upaya penyegelan ini untuk menjalankan Peraturan Daerah tentang pajak dan retribusi. Sebab, banyak sekali yang menempati ruko, kios dan loss saat ini tetapi tidak mematuhi ketentuan dan Peraturan.

“Mereka sudah melakukan pelanggaran peraturan, Pemkab Madina sudah berupaya maksimal agar mereka mematuhi ketentuan itu. Namun, dari berbagai upaya seperti mengumumkan di media massa maupun surat teguran langsung kepada pengusaha, mereka tetap tidak mematuhinya. Retribusi dan pajak yang seharusnya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap tidak mereka patuhi. Bahkan, Bupati Madina sudah pernah memberikan teguran keras melalui surat perintah pembatalan hak milik dan pengosongan tempat, tetap tidak digubris pengusaha,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Madina Kemungkinan Disidang di Medan

Mangatas menambahkan, untuk meningkatkan PAD dalam upaya percepatan pembangunan daerah, salah satu caranya adalah taat membayar pajak dan retribusi serta mematuhi semua peraturan daerah yang diterbitkan eksekutif dan legislatif. Karena itu, ia mengimbau masyarakat mematuhi pajak dan retribusi sebagai wujud kecintaan terhadap daerah,” tutupnya?. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*