Pemkab Mandailing Natal Diminta Perhatikan Nasib Warga Miskin

MADINA – Di usia Kabupaten Mandailing Natal yang memasuki enam belas tahun di tahun 2015 mendatang, ternyata masih banyak warga miskin yang hidupnya menyedihkan. Pemkab Madina diminta memperhatikan nasib warga miskin ini.

Demikian dikatakan Ketua Komunitas Pekerja Sosial Masyarakat (KPSM) Kabupaten Madina, Ahmad Suheri Nasution SSos kepada Metro Tabagsel, Sabtu (15/11) di Panyabungan.

Menurut Suheri, sudah saatnya Pemkab Madina merubah nasib rakyat menjadi lebih baik, dan membuat program strategis terkait pengentasan rakyat miskin di Madina. Pasalnya, sejauh ini masih sangat banyak warga Madina yang tinggal di gubuk tidak layak huni, bahkan ada yang tinggal di kandang kambing.

“Jika sandang, pangan dan papan sebagai kebutuhan primer saja tidak bisa dipenuhi, itu sudah tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang dasar, karena berdasar UUD 1945 mengamanatkan setiap warga negara berhak mendapat kehidupan yang layak. Ironisnya, di Bumi Gordang Sambilan, sampai sekarang, penduduknya masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan, terakhir yang terekspos adalah Ibu Romadiyah bersama putrinya Saripah. Mereka ýadalah cermin dari kehidupan yang menyedihkan, dan mereka salah satu dari keluarga miskin di Madina yang butuh kebijakan strategis pemerintah,” ungkap Suheri.

Karena itulah, ý KPSM Madina berharap kepada Bupati Dahlan Hasan Nasution agar segera membuat program strategis guna mengentaskan kemiskinan rakyat. Sebab, sehebat apapun keberhasilan pemerintahan jika rakyat tetap miskin dan menderita, itu sama dengan bohong.

Baca Juga :  Pemkab Madina Diminta Tinjau Ulang Kembali Izin Iup PT. M3

“Apapun keberhasilan yang diraih pemerintah, jika rakyatnya tetap miskin itu sama saja bohong, namun keberhasilan utama adalah mengangkat kehidupan rakyat dari kemiskinan menjadi lebih sejahtera dan hidup layak,” tukasnya.(wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*