Pemkab Padang Lawas Tambah 63 Kendaraan Dinas Baru

Pemkab Padang Lawas (Palas) saat ini memperbanyak kendaraan dinasnya dengan menambah 38 unit mobil dinas untuk dibagikan kepada pejabat Pemkab termasuk pejabat fungsional di DPRD Palas. Selain itu, Pemkab juga menambah 25 unit sepedamotor.

Kepala Bidang (Kabid) Aset Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Palas, Muaz Daulay, Rabu (19/1) menuturkan, jumlah kendaraan dinas tahun anggaran (TA) 2010 yang saat ini sudah tiba di Palas, yakni mobil Innova 10 unit, Terios 19 unit, Toyota Camry jenis sedan 1 unit, Toyota sedan Altis 2 unit, truk sampah 4 unit, bus Pemda 1 unit dan double cabin 1 unit jenis Ford Strada, dengan total 38 unit. Kemudian, ditambah  25 unit sepedamotor jenis Honda Supra.

“Saya hanya sebagai Kabid Aset, dan saat ini kendaraan tersebut ditempatkan untuk sementara waktu di Sisunggul Lungun, Kecamatan Lubuk Barumun. Kendaraan itu baru tiba di Palas sekitar seminggu lalu,” terangnya.

Ditanya jumlah anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas tersebut, Daulay mengaku tidak mengetahuinya, karena yang paling berwenang adalah pimpinan proyeknya, Drs Pangihutan Hasibuan. “Coba dikonfirmasi ke yang bersangkutan saja,” sarannya.

Sementara itu pimpro Pangihutan Hasibuan tidak berhasil dikonfirmasi. Untuk diketahui, Bupati Palas bersama Wabup serta Ketua DPRD Palas saat ini sudah memiliki mobil kendaraan dinas yakni Toyota Fourtuner. Selain itu Sekdakab Palas juga sudah memiliki kenderaan dinas jenis Nissan Xtrail.

Baca Juga :  Dokter RS. Panyabungan 'Kompak' Tak Masuk Kerja, Pasien Telantar

Sementara dalam APBD Palas tahun 2009, sudah dianggarkan pengadaan kendaraan dinas sebesar Rp9.179.500.000, yang diperuntukkan pengadaan kendaraan dengan spesifikasi 3 unit 2.700 cc, 2 unit 2500 cc, 3 unit 2.200 cc, 18 unit 2000 cc, 6 unit 1500 cc, dan sepedamotor 32 unit, mulai dari jenis Fourtuner, Nissan Xtrail, Innova, Terios hingga sepedamotor. (amr) – (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*