Pemkab Palas Dinilai Tidak Maksimal Awasi Harga Raskin

Palas | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas (Palas) dinilai tidak maksimal awasi harga Beras Miskin (Raskin). Pendistibusian raskin di Kabupaten Palas diduga tidak mendapat pengawasan serius dari Pemkab Palas, karena tidak sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) Raskin 2014.

“Pemkab Palas tidak maksimal awasi harga Raskin, karena kurang memperhatikan pedoman umum Raskin tahun 2014,” kata Aktivis Mahasiswa Palas, Ikbal Hasibuan kepada RAKYAT, Selasa (21/7) kemarin.

Dia mengatakan bahwa harga raskin di masyarakat harganya melambung tinggi. Ini dikarenakan adanya oknum yang sengaja mencari keuntungan dari program Raskin. Dimana sesuai dengan Pedum Raskin tahun 2014, semua tingkatan Pengelola dan Pengorganisasian mulai Tim Koordinasi (Timkor) Raskin Pusat, Timkor Raskin Propinsi, Timkor Raskin Kabupaten/Kota, Timkor Raskin Kecamatan, dan Pelaksana Distribusi Raskin di desa/kelurahan/pemerintahan setingkat sudah ada tugas dan tanggungjawab masing-masing.

“Sedangkan di Pemkab Palas sendiri, Tim Koordinasi Raskin Kabupatennya, yang terdiri dari penanggungjawab, ketua, sekretaris, dan beberapa bidang antara lain: perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan penyaluran, monitoring dan evaluasi, serta pengaduan, apakah sudah ditetapkan dengan keputusan Bupati, atau memang sudah dibentuk, tetapi tidak jalan,” ungkap Ikbal Hasibuan.

Wakil Bupati Padang Lawas, dr Ahmad Zarnawi Pasaribu Cht yang akan dihubungi diruangannya, Selasa (21/7), terkait program pengendalian manajemen pelaksanaan kebijakan Kepala Daerah (KDH), yang salahsatu kegiatannya adalah untuk mengurus Raskin di Kabupaten Palas, belum berhasil dikonfirmasi. Menurut ajudannya, Wakil Bupati mau berangkat untuk kunjungan safari ramadan.

Baca Juga :  Tertibkan Pengemudi Betor yang Angkut Sewa Lebihi Kapasitas

Dimana berita sebelumnya, ada oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Padang Lawas (Palas) diduga menjual raskin diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu oknum Kades Hadungdung Pintu Padang Kecamatan Aek Nabara Barumun berinisial SD.

Informasi yang dihimpun dari warga, oknum Kades SD menjual raskin kepada warga Rp2.400/kg. Oknum Kades SD diduga tidak mengindahkan Program pemerintah pusat terkait penyaluran Beras Miskin (Raskin) kepada warga kurang mampu. Langkah pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan, salah satu diplementasikan dalam bentuk penyaluran bantuan Beras Miskin (Raskin) kepada warga kurang mampu, namun cara ini masih dimanfaatkan oknum Kades SD untuk memeras warganya.

Sesuai dengan data yang diperoleh dari Kasi Kemasyarakatan Kantor Camat Aek Nabara Barumun, bahwa jumlah daftar nama yang berhak menerima Beras Miskin (Raskin) untuk desa Hadungdung Pintu Padang berjumlah 80 Kepala Keluarga (KK). Terakhir penyaluran Raskin untuk jatah 3 bulan sebanyak 3 sak untuk setiap KK atau 45 kilogram, dimana 1 sak Beras Raskin beratnya 15 kilogram. Ternyata yang disalurkan pada masyarakat hanya 1 sak atau 15 kilogram. Dari hitungan tersebut, oknum Kades SD diduga tidak menyalurkan raskin kepada warga sebanyak 160 sak atau 2.400 kilogram.

Penulis : Sahat Gemayel Lubis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Mafia Pinus Larikan Kayu Tangkapan Polres Tapsel

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*