Pemkab Palas Wujudkan Sosopan jadi ‘Brastagi’ Dua

Pemerintahan Kabupaten Padang Lawas (Palas) saat ini benar-benar berkomitmen untuk mewujudkan Kecamatan Sosopan menjadi ‘Brastagi Dua”sebagai penghasil tanaman cabai. Kondisi daerah itu merupakan daerah perbukitan.
Namun, menurut Kepala Badan (Kaban) Pemerintahan Desa (Pemdes) Palas, Maradoli Hasibuan SSos,  geografis dan iklimnya cukup menudukung. “Dengan alokasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) tahun 2009 diharapkan membuahkan hasil yang baik dengan tanaman cabai,” katanya kepada METRO, Kamis (20/1).

Diterangkanya,  sebanyak 11 kelompok  Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) yang setiap kelompok beranggotakan 10 orang yang pengurusnya adalah kaum perempuan. Mereka ini diberikan kemudahan melalui PNPM dengan bentuk usaha dan hortikultura seperti tanaman cabai.

Dimana penanamannya dimulai sejak bulan Maret  tahun 2010 hingga Juni. Diprediksi, keuntungan dari harga cabai Rp50 ribu perkilogram kelompok sudah bernapas.  Dana yang diberikan setiap anggota kelompok hanya Rp950 ribu per anggota kelompok. Mereka ini nantinya dipandu Fasilitator Teknik (FT). “Jadi dengan modal Rp 950 ribu  bisa  meraup keuntungan dengan masa tanam 3 bulan sebesar Rp 15 juta rata-rata per anggota kelompok bahkan ada yang lebih,” ucap Maradoli kepada METRO, Kamis (20/1)

Kaban juga menuturkan, atas keberhasilan kelompok SPP PNPM tersebut membuat Kaban Pemdes Propinsi Sumut, Rusli Abdullah langsung turun ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi tanaman kelompok SPP yang cukup sukses tersebut sekitar 21 Desember lalu. “Makanya kedepannya target sasaran PNPM kita adalah di bidang peningkatan ekonomi kerakyatan, karena lebih utama dalam peningkatan ekonomi masyarakat kecil dengan memberikan suntikan modal melalui SPP,” terang Maradoli.

Baca Juga :  Sumut alami inflasi 0,52%

Sementara itu, Camat Sosopan, Ellin Haposan Rangkuti menjelaskan, Kecamatan Sosopan adalah tidak jauh berbeda letak geografisnya dengan Brastagi, karena letaknya sama-sama di pegunungan yang ditumbuhi oleh hutan lindung yang terbujur di sebelah kanan-kiri, sehingga dipilih tanaman muda berbentuk cabai untuk sasaran PNPM tahun lalu di Kecamatan Sosopan. “Sejak awal kita sudah tetap berupaya bagaimana mewujudkan masyarakat yang sejahtera di wilayah Kecamatan Sosopan, karena mengingat masyarakat selama ini mata pencariannya adalah bertanam padi, berkebun karet dan hulim (kulit manis),” ucap Camat.

Kemudian, kata Camat, jumlah desa di Kecamatan Sosopan sebanyak 22 desa berpenduduk 2.015 Kepala Keluarga (KK) diisi 9.125 jiwa. “Ini tidak terlepas dari peran DPRD Palas yang menganggarkan 20 persen dana sharing APBD Palas untuk PNPM,” tukas Camat.

Sedangkan, Fasilitator Teknik (FT) PNPM Kecamatan Sosopan, Manjuram Ahmad menuturkan kedepannya akan terus diberikan modal bergulir dengan menambah kelompok SPP ditengah-tengah masyarakat, karena konsepnya adalah cukup mengembalikan modal saja kepada kelompok SPP baru. “Inilah secara terus-menerus dilakukan akhirnya jika terus berjalan baik, ekonomi masyarakat akan terbantu dengan modal ini. Karena, cukup dengan 1.100 batang cabe per anggota dengan luas seperempat hektar sudah mampu menghasilkan keuntungan Rp 15 juta,” urainya. (metrosiantar.com)
Sementara itu, Ketua Kelompok SPP, Desa Sihaporas, Ummi Kalsum menuturkan, pihaknya sangat berterima kasih dengan adanya suntikan modal PNPM  tersebut dan berharap terus akan berkelanjutan kedepannya. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Penyeludupan Kayu Curian Dari Batumundom Kec. Batang Gadis Madina Ke Sibolga

1 Komentar

  1. saya pikir itu bagus programnya, tapi pelaksanaannya harus KONSISTEN dan mendapat DUKUNGAN dari masyarakat. sebab suatu program apabila tidak didukung oleh masyarakat tidak akan berjalan MAKSIMAL dan EFEKTIF. kemudian harus ada KESINAMBUNGAN program. jangan sudah terkendala, terus program itu mati dan tidak ada kelanjutannya. Harus konsisten, efektif dan berkesinambungan. Semoga berhasil.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*