Pemkab Paluta Sosialisasikan Hibah dan Bansos

Paluta, Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melalui Bagian Sosial Setdakab Paluta, menggelar sosialisasi bantuan sosial (bansos) dan hibah tahun anggaran 2015 di Aula kantor Bupati Paluta, Jumat (5/6).

Acara dibuka Plt Sekdakab Paluta Tongku Palit Hasibuan SE Ak Msi, dan diikuti beberapa pimpinan pondok pesantren, ormas, guru mengaji, bilal mayit dan tokoh masyarakat yang datang dari seluruh wilayah Kabupaten Paluta.

Bertindak sebagai narasumber, Ketua MUI Paluta H Mukti Ali Siregar, Mahmudin Ha­rahap dari Inspektorat Paluta, Asrida Sinaga dari Dinas PPKAD Paluta serta Kabag Kessos M Ali Hasibuan Ssos memberikan pemaparan tentang tata cara penyaluran dana hibah dan bansos, sesuai Permen­dagri nomor 39 Tahun 2012, serta dasar hukum yang mengatur hibah, bansos dan bantuan keuangan.

Plt Sekdakab Paluta Tongku Palit Hasibuan SE Ak Msi menyampaikan, kegiatan ini merujuk Permendagri nomor: 32 Tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan Bansos yang bersumber dari APBD sebagaimana yang diubah dengan Permendagri Nomor 39 Tahun 2012.

Menurutnya, sosialisasi bansos dan hibah ini dinilai sangat penting bagi masyarakat penerima bantuan agar lebih memahami apa arti dan tujuan dari dana hibah dan bansos supaya tidak terjadi kesalah pahaman dalam menyalurkannya.

Dia juga mengingatkan kepada calon penerima hibah bahwa monitoring dan evaluasi penggunaan dana hibah tersebut akan dilakukan oleh BPK, jika hasilnya terdapat penggunaan dana hibah yang tidak sesuai dengan usulan akan mendapatkan sanksi sesuai dengan Peraturan Perundangan-undangan, dan berharap kerja sama yang baik antara penerima hibah dan pemberi hibah, sesuai dengan mekanisme dan memanfaatkan dana hibah dengan sebaik baiknya.

Baca Juga :  Dilarang Main di Timnas, Bepe Ngadu ke Menpora

Kepala Bagian Sosial pada Setdakab Paluta M Ali Hasibuan S.Sos mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang mekanisme penyaluran dana bansos dan hibah, serta kelengkapan dokumen permintaan untuk pencairan dana hibah, dan bansos agar tidak terjadi kesalahan dalam penyalurannya.

”Agar masyarakat lebih tahu mekanisme penyaluran dan dokumen yang dibutuhkan untuk pencairan dana hibah dan bansos, nantinya tidak tumpang tindih dan terjadi kesalahan yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Dengan sosia­lisasi ini diharapkan penyaluran dana bansos dan hibah akan lebih terkoordinir dan teratur, serta berjalan sesuai dengan peraturan yang telah diatur pemerintah karena bantuan hibah yang diberikan adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan berlaku.

Disampaikan bahwa pemberian bantuan dana hibah dan bansos ini merupakan salah satu langkah Pemkab Paluta untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat, dalam mendukung visi misi Bupati Paluta mewujudkan masyarakat Paluta yang maju, beriman, cerdas, dan beradat. (ong)


ANALISADAILY

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*