Pemkab Paluta Telantarkan Honorer dari Pemkab Tapsel – Enam Bulan tidak Digaji, Guru Honor Malas Ngajar

Kamis, 17 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

Kalau Begini Caranya... Gua. Pun Malas... ah...

Pemkab Paluta Telantarkan Honorer dari Pemkab Tapsel
PALUTA-METRO; Pemkab Padang Lawas Utara menelantarkan lima ratusan guru dan pegawai honor pindahan dari Pemkab Tapanuli Selatan. Pasalnya, sejak enam bulan terakhir atau mulai Juni hingga Desember, gaji sebesar Rp600 ribu per bulan tak kunjung dibayarkan. Sejumlah guru pun mengaku malas mengajar.

Pasca Padang Lawas Utara (Paluta) mekar dari Tapanuli Selatan (tapsel) tahun 2008 silam, sedikitnya lima ratusan pegawai honor yang sebelumnya bertugas di Pemkab Tapsel ‘diambilalih’ Pemkab Paluta, terutama guru yang bertugas sejak tahun 2003 silam di sejumlah desa. Termasuk pula di dalamnya sejumlah pegawai yang bertugas di dinas perhubungan, dinas pendidikan, dan dinas pasar.

A Pane salah seorang guru yang mengajar di SD Negeri Sungai Durian Kecamatan Padang Bolak mengaku malas mengajar karena sudah enam bulan tak gajian. Kata Pane, dia harus membayar kontrakan rumah serta perlu biaya hiduo sehari-hari.

“Sudah enam bulan saya belum menerima gaji. Sampai kapan saya begini. Kami tidak tahu harus mengadu kemana,” kata Pane, Rabu (16/12) di Gunungtua.

Jika dikalkulasikan, Pemkab Paluta harus membayarkan gaji guru selama 6 bulan sebesar Rp3.600.000 per orang. Dan bila terdapat 500 guru dan pegawai yang belum menerima gaji, maka Pemkab Paluta harus mengucurkan dana sedikitnya Rp1,8 miliar. Nah, menurut informasi, belum diketahui penyebab belum dibayarkannya gaji guru dan pegawai honorer tersebut.

Kembali ke A Pane. Sejak 6 bulan lalu diabelum menerima gaji, pane mengaku terpaksa menyambi mencari uang dengan cara berkebun.”Dengan belum dibayarkannya gaji kami tentu ini sebuah pelanggaran. Bahkan telah melanggar HAM sebab kami bekerja setiap hari, kecuali Sabtu dan Minggu. Jadi tolong Pemkab Paluta mengerti akan kondisi kami,” pintanya.

Baca Juga :  Meski dekat ke Kantor Bupati, jalan di Desa Sialaman Sipirok masih dari tanah

Hal senada juga dikatakan H Hasibuan yang mengajar di SD Sihoda-hoda Kecamatan Dolok. “Enam bulan saya tak gajian. Padahal saya harus mengeluarkan ongkos untuk mengajar. Artinya profesi guru kalah dengan profesi buruh bangunan yang pagi bekerja sore sudah gajian,” kata Hasibuan.

Jakaria warga Paluta juga mengatakan hal serupa. Lelaki yang bekerja di salahsatu dinas ini sudah kelimpungan menutupi biaya sehari-hari. “Saya tak tahu lagi. Dan saya tak tahu sampai kapan kondisinya seperti ini. Cuma satu yang kami harapkan, segeralah gaji kami dibayarkan,” pintanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Paluta, Drs Panusunan Siregar ketika hendak dikonfirmasi terkait belum dibayarkannya gaji para guru dan tenaga honorer tersebut tak berada di kantornya. Begitu juga ketika HP Panusunan dihubungi, sedang tidak aktif. Begitupun, informasi yang diperoleh waratawan koran ini, belum dibayarkannya gaji pegawai honorer tersebut akibat ketiadaan dana. (thg)

6 bulan pegawai Honda Paluta tidak gajian
Warta – Sumut
WASPADA ONLINE

GUNUNG TUA – Pegawai honor daerah (Honda) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara mengeluh, karena sudah enam bulan tidak gajian, sehingga aktivitas mereka terganggu.

Salah seorang pegawai honor, IN Siregar, tadi malam, mengungkapkan, hal itu sudah merupakan perkosaan atas Hak Azasi Manusia (HAM), karena bekerja setiap hari kecuali hari Sabtu dan Minggu selama enam bulan, tetapi tidak pernah menerima gaji.

‘’Hal ini harus benar-benar diperhatikan pihak terkait, sebab kami sangat membutuhkannya,’’ ujarnya.

Padahal, katanya, dengan gaji itulah kami bisa melaksanakan tugas terutama untuk ongkos setiap hari ke kantor.

Senada dengan itu, H Hasibuan, mengatakan, ibarat seorang kernet buruh bangunan bekerja pagi hari, sore sudah menerimah upah. Tetapi, yang terjadi saat ini mengalahkan profesionalisme kernet bangunan dengan mandor.

Sedangkan, Sopa Harahap, warga Gunung Tua menilai, ini tidak wajar sama sekali, sebab keperluan sehari-hari mereka bisa diperoleh dari mana, sedangkan mereka bekerja penuh pada instansi-instansi tersebut.
(dat04/waspada)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tambang Emas Martabe Raih Dua Penghargaan Emas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*