Pemkab Rokan Hulu RIAU Jadikan Festival Tari Tortor MANDAILING Program Rutin Tahunan

Pemkab Rohul mengakomodir setiap budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, Festival Tari Totor ditetapkan sebagai agenda budaya tahunan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Pemkab Rokan Hulu (Rohul), merupakan kawasan daerah yang mempunyai banyak budaya. Selain budaya Melayu, Jawa, dan Minang. Budaya batak juga masih mendapatkan perhatian Pemkab Rohul. Sehingga seluruh budaya yang ada di Rohul, tetap lestari dan dijadikan kegiatan rutin Pemkab Rohul setiap tahunnya. Perihal itu disampaikan Bupati Rohul, Drs H Achmad M.Si, Rabu (02/6/1) malam, dalam sambutannya saat acara penutupan Festival Tortor dan Lagu Mandailing di Tangun Kecamatan Bangun Purba, dihadapan ribuan masyarakat setempat, di Bagas Godang Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Kecamatan Bangun Purba. Acara itu juga dihadiri oleh Danrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Zaedun S.Sos, dan Dandim 0313/KPR Letkol.Inf. Edi Sutrisno, serta seluruh unsur Muspida Rohul, dan sejumlah Kepala Satker.

Menurut bupati, dengan adanya kegiatan rutin budaya-budaya yang ada di Rohul. Budaya di Rohul semakin terkenal dan mampu meningkatkan bidang pariwisata dan menjadikan Rohul sebagai kabupaten terbaik di Provinsi Riau tahun 2016 mendatang.

“Selain budaya Mandailing, kesenian lainnya juga sudah kita jadikan kegiatan rutin di Rohul. Sehingga melalui budaya, pariwisata Rohul juga semakin maju ke depannya,” jelas bupati Achmad, kepada wartawan selesai acara di Tangun Bangun Purba, Rabu (02/6/10).

Baca Juga :  Demo Menolak Kedatangan SBY Ricuh

Bupati menambahkan, akan dibuatnya budaya Mandailing sebagai kegiatan rutin, juga bisa menjalin persaudaraan dan meningkatkan rasa kekeluargaan. Sehingga keamanan dan kesejahteraan masyarakat Rohul, juga tercipta ke depannya, serta mencegah konflik di masyarakat.

Sementara itu, pengurus Bagas Godang sekaligus Ketua LKA Bangun Purba, Bangun Nasution yang bergelar Sutan Sinembah, kepada wartawan megatakan, masyarakat sangat berterimakasih atas janji bupati, untuk menjadikan kegiatan budaya Mandailing sebagai kegiatan rutin setiap tahunnya. “Acara Tortor dan Lagu Mandailing ini, merupakan pertama yang di Rohul. Semoga janji bupati terbukti tahun depan,” harap Bangun Nasution.***(zal)

Sumber: http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=29846

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*