Pemkab Tak Tegas Tangani Tambang Liar

MADINA- Pemerintah dinilai lambat dalam menangani tambang liar di Desa Hutabargot Julu, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Di sana, masih banyak ditemukan Galundung yang dinilai membahayakan kesehatan warga sekitar.

Kepada METRO, Imran, warga Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan mengatakan, jika tambang liar yang telah memakan 4 nyawa tersebut masih dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan akan mengancam warga sekitar. “Galundung (mesin pelebur batu bercampur emas, red) yang menyebar di pusat kota dan di tengah-tengah pemukiman masyarakat masih banyak di sana. Keberadaan Galundung bisa saja membahayakan kesehatan warga sekitar,” sebut Imran.

Imran mengharapkan, Pemkab Madina segera menertibkan galundung demi kenyamanan masyarakat. Sementara, Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara melalui Kabag Humas M Taufik Lubis SH menjelaskan, Pemkab Madina memang belum melakukan tindakan penertiban terhadap penambang liar yang setahun terakhir telah beroperasi di Kecamatan Hutabargot, meskipun telah menelan 4 orang penambang. ”Kita belum melakukan tindakan, hanya sebatas imbauan kepada masyarakat supaya menghentikan kegiatan tambang tak punya izin itu,” sebut Taufik.

Taufik mengatakan, jauh hari sebelumnya Pemkab Madina telah mengimbau untuk menghentikaan tambang, tetapi masyarakat belum merespon imbauan tersebut hingga berakibat seperti yang telah terjadi beberapa waktu lalu. ”Sebenarnya kita tetap melakukan tindakan. Tetapi mengingat akhir-akhir ini kita disibukkan dengan coblos ulang, makanya Pemkab akan membahasnya dalam waktu dekat usai penetapan pemenang pemilukada,” ujarnya. (wan/ara)

Baca Juga :  KPU Madina Diminta Tinjau Jadwal Pemungutan Suara Ulang

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*