Pemkab Tapsel Diminta Intensifkan Pengawasan Hutan

Padangsidimpuan, (Analisa)

photo611 06 dgs hutan+jati+di+musim+kemarau,+caruban,+jawa+timur Pemkab Tapsel Diminta Intensifkan Pengawasan Hutan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan diminta melakukan pengawasan yang terprogram, sistematis serta lebih intensif dan konsisten dalam menjaga kawasan hutan dari maraknya kejahatan penebangan liar serta melakukan pencegahan pendudukan kawasan hutan negara secara tidak sah dan melawan hukum.

Demikian hasil investigasi Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (KOMPEL UMTS) Padangsidimpuan terhadap penyebab banjir bandang yang melanda kawasan Tano Tombangan beberapa waktu lalu melalui ekpose yang dihadiri Dekan Fakultas Hukum UMTS Syamsir Alam Nasution SH MH, PD I Fak Hukum Drs Ali Napia Harahap SH MH serta Pembina KOMPEL UMTS Syawaluddin Hasibuan SP MSi yang diadakan di Kampus UMTS, baru-baru ini.

Koordinator KOMPEL UMTS Hendrawan Hasibuan dalam paparannya mengatakan, adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa bencana alam yang terjadi di Tapanuli Selatan akhir-akhir ini bukanlah kejadian yang berlangsung begitu saja dengan sendirinya. Namun ada faktor-faktor pemicu (triger effect) yang mendorong terjadinya suatu bencana alam.

“Kita melihat di sepanjang sub DAS Aek Badan terdapat bekas-bekas potongan kayu yang sudah lama ditebang serta bekas kayu longsor. Ini menunjukkan bahwa telah terjadi perambahan liar di kawasan hulu sebagai daerah tangkapan air meskipun itu terjadi entah beberapa puluh tahun yang lalu,” katanya.

Kemudian katanya, ditemukan titik-titik longsor di sepanjang sub DAS yang berada di pinggiran tebing sungai. Di mana di kawasan sempadan sungai ini banyak ditemukan lokasi perkebunan karet masyarakat yang letaknya berada pada kemiringan yang sangat curam. Informasi diperoleh, di sekitar hulu sungai juga ditemukan masih banyak warga yang bermukim di kawasan hutan.

Baca Juga :  Wakil Ketua PC NU Kabupaten Tapsel ; Tapsel Baru Bisa Maju Jika Dipimpin Figur yang Tidak Emosional

“Bencana tidak terjadi begitu saja, sebab dia merupakan akumulasi dari berbagai bentuk kesalahan manusia dalam mengelola alam termasuk pengrusakan kawasan hutan di hulu sungai, penegakan hukum yang tidak jelas, serta adanya izin-izin pengambilan kayu yang dikeluarkan oleh aparat-aparat terkait tanpa diiringi dengan pengawasan yang intensif,” ujarnya.

Untuk itu, KOMPEL UMTS meminta agar Pemkab Tapsel melalui Dinas Kehutanan segera melakukan investigasi yang lebih akurat untuk menyimpulkan penyebab terjadinya banjir bandang yang mengambil korban jiwa tersebut. Dengan demikian akan diperoleh upaya-upaya konkrit dan lebih jelas untuk melakukan tindakan preventif sehingga kejadian yang sama tidak akan terulang di masa mendatang.

“Kepada aparat penegak hukum utamanya Polres Tapsel untuk segera melakukan opersi yustisi dengan melakukan penangkapan jika ada indikasi terjadi perambahan hutan,” tegasnya. (sah)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*