Pemkab Tapsel Diminta Lestarikan Sungai dan Pantai Muara Opu

Pemkab Tapsel Diminta Lestarikan Sungai dan Pantai Muara Opu

P.Sidimpuan, (Analisa)

Sejumlah Tokoh masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel lestarikan atau konservasi  sungai dan pantai dikawasan Desa Muara Opu Kecamatan Muara Batang Toru.

“Kami berharap Pemkab Tapsel segera bertindak melakukan pelestarian kawasan Muara Opu, dengan pencegahan dini atas erosi yang tengah melanda sungai dan pantai dikawasan ini melalui  penanaman bakau di sekitar sungai dan pantai tersebut, “ujar Sekretaris Kepala Desa Muara Opu Menek Harahap bersama tokoh masyarakat Namin Siregar dan Samsir Siregar di Kantor Perwakilan PWI Tapsel jalan Sitombol Kota P. Sidimpuan, Rabu (3/2).

Dikatakan, dampak erosi yang terjadi disungai serta pantai yang masing-masing panjangnya 7 KM dan 9 KM itu, mengakibatkan lahan dikawasan itu semakin kecil akibat terkikis air sungai dan laut. “Bila tidak ada tindakan penghijauan, dikhawatirkan erosi ini akan terus terjadi dan akan membahayakan warga yang bermukim dikawasan itu, “terangnya. Diharapkannya, Pemkab Tapsel segera melakukan penanaman mahoni dikawasan sungai dan pantai di Desa Muara Opu agar erosi yang terjadi dapat teratasi.

Selain itu, menek juga meminta  Pemkab Tapsel juga segera menertibkan pukat harimau yang menjamur dikawasan Muara Opu karena sangat merugikan masyarakat nelayan di daerah itu. “Pukat harimau Milik warga Sibolga dan Barus menjamur didaerah ini, akibatnya para nelayan tradisional asal Muara Opu terancam kehilangan mata pencaharian, “katanya.

Baca Juga :  Sekda Pemko P.Sidimpuan ; Pers Berperan Penting Memacu Pembangunan

Menek mengatakan, akibat pukat dan alat modern yang dimiliki nelayan sibolga dan Barus mengakibatkan masyarakat Muara Opu mulai tersisih dan mencari profesi lain. “Dulu nelayan Muara Opu mendrof ikan ke Sibolga dan Barus namun sekarang berbalik seratus derajat, “terangnya.

Diharapkannya, Pemkab Tapsel segera melakukan penertiban terhadap pukat harimau ini serta memberikan bantuan alat pencari ikan modern kepada nelayan Muara Opu agar dapat terus mempertahankan profesi yang telah diwarisi turun temurun. “Pukat harimau itu harus segera di tertibkan untuk mencegah perbuatan anarkis dari masyarakat yang merasa terdzolimi, “sebutnya. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*