Pemko Boroskan Uang Rakyat – Terminal Batunadua dan Pijorkoling Tak Berfungsi

SIDIMPUAN-Pemko Psp dinilai lakukan pemborosan uang rakyat. Pasalnya, hingga saat ini Terminal Batunadua di Kecamatan Psp Batunadua yang selesai dibangun tahun 2009 lalu dan Terminal Pijorkoling, di Kecamatan Psp Tenggara belum difungsikan.

Untuk menghindari pemborosan yang bekepanjangan serta menghindari permasalahan lainnya dari keberadaan ke-2 terminal itu,  DPRD Kota Psp mendesak Pemko Psp melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengaktifkan operasionalannya.

Ketua DPRD Kota Psp, Aswar Syamsi SE kepada METRO, Kamis (16/2), sagat menyayangkan belum berfungsinya ke-2 terminal yang dibangun dengan uang rakyat tersebut. “Sangat disayangkan ke-2 terminal tersebut belum diaktifkan perasionalnya. Pasalnya, sangat besar uang rakyat untuk membangun terminal-terminal, tapi malah tidak difungsikan dengan benar,” kesalnya.

Padahal, sebut Aswar Syamsi, terminal ini dibangun dengan fasilitas yang paling lengkap dibandingkan terminal Pijorkoling. Namun disayangkannya Terminal Batunadua seolah-olah hanya untuk memperbanyak bangunan-bangunan di Pemko Psp tanpa difungsikan dengan baik.

“Perlu ketegasan pemerintah untuk mengaktifkan terminal yang sudah dibangun,” tuturnya.

Sementara, anggota DPRD dari dapil Psp Batunadua, Darwin Harahap mengatakan bahwa saat ini, angkutan tidak lagi masuk Terminal Batunadua dan tidak memiliki loket perwakilan di terminal. Namun, semuanya berada di luar terminal mengarah ke pusat kota Kemudian, ucapnya, kios yang ada di dalam terminal tidak dijadikan loket, tetapi dibiarkan kosong dengan penerangan listrik yang tidak ada lagi. Akibatnya, kondisi termonal pada malam hari sangat gelap dan memungkinkan aksi kejahatan bisa saja terjadi.

Baca Juga :  Kepsek Mengeluh, Dana UN Belum Cair

“Sebenarnya yang diperlukan adalah ketegasa dari pem,erintah untuk mengaktifkan terminal. Caranya, dengan memaksa pihak angkutan agar masuk ke terminal dan membuka loket perwakilannya. Hanya saja, hal ini sama sekali tidak ada dilakukan pemerintah dan instans terkait. Akibatnya, terminal ini sekarang seperti bangunan berhantu khususnya pada malam hari,” kesalnya.

Kondisi ini juga, kata politisi demokrat ini, membuat makin banyak muncul loket-loket angkutan di sepanjang Jalan SM Raja hingga ke pusat pasar, yang mengakibatkan kemacetan khususnya di Sitamiang.

“Jika hal ini tersu terbiarkan, dikhawatirkan akan terjadinya disharmonisasi antara angkutan umum kota dengan angkutan antar kabupaten. Karena, yang seharusnya penumpang turun di terminal, namun karena angkutan tidak lagi masuk ke terminal, maka penumpang langsung di antar ke arah pusat pasar, menyebabkan angkot tidak mendapatkan penumpang,” katanya.

Darwin mendesak pemerintah agar memperhatikan dan memperbaiki kondisi. Caranbya, segera mengaktifkan operasional Terminal Batunadua dan Terminal Pijorkoling,” harapnya. (phn/mer)

metrosiantar.com

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*