Pemko Sidimpuan Biarkan Pondok Mesum

(Analisa/hairul iman hasibuan) SANDAL: Dua pasang sandal remaja yang sedang enduhai terlihat terparkir dibawah pondok 2×1 yang dindingnya tertutup plastik (terpal) dikawasan jalan by pass kota P. Sidimpuan, Senin (12/5).

Padangsidimpuan, (Analisa). Menjamurnya pondok-pondok mesum di sejumlah kawasan di Kota Padangsidimpuan diduga akibat sikap pembiaran oleh pemerintah maupun instansi terkait lainnya.Pantauan Analisa, Senin (12/5) pondok-pondok dan kafe mesum kian hari semakin menjamur di sejumlah kawasan di Kota Padangsidimpuan seperti Jalan By Pass, Silandit, Simarsayang dan lainnya.

Tidak terlihat adanya kekhawatiran pemilik atau pengelola dan pengunjung bakal adanya razia atau sanksi dari pemerintah dan kepolisian setempat atas usaha maksiat tersebut.

Para pengelola tempat maksiat itu malah terlihat semakin mengembangkan sayap usahanya dengan memperbanyak pondok dan kafe yang khusus melayani para remaja yang ingin mengubar nafsu.

Semakin menjamurnya tempat maksiat ini diduga sikap pemerintah setempat yang terkesan melakukan pembiaran dengan tidak mengambil sikap tegas kepada para pemilik dan pengelola kafe dan pondok-pondok maksiat tersebut.

“Pondok-pondok maupun kafe mesum sudah bertahun eksis di kawasan Jalan By Pass, Silandit, Simarsayang dan lainnya, tapi hingga kini tetap saja tidak terlihat tindakan serius Pemko dan MUI P. Sidimpuan dalam mengatasinya. Inikan aneh. Mustahil masalah seperti ini tidak bisa teratasi atau mungkin sengaja dibiarkan untuk meraup keuntungan pengamanan,“ ujar mantan Ketua Cabang HMI P. Sidimpuan Muhammad Asroi Hasibuan kepada Analisa di Kota P. Sidimpuan.

Baca Juga :  Faisal Reza Pardede; Tidak Ada Yang Keberatan Jika Sipirok Jadi Ibu Kota Kab. Tapanuli Selatan

Diakuinya, pemerintah dan kepolisian setempat kerap melakukan razia terhadap kafe dan pondok-pondok maksiat itu, tapi anenya tetap saja tempat-tempat maksiat itu ada malah semakin menjamur.

[iklan size=’kiri’]“Anehnya lagi, biasa kalau sudah dirazia, pengelola akan menutup usahanya, tapi ini malah semakin menjamur. Ini bukti jika Pemko P. Sidimpuan memang tidak benar-benar serius melarang keberadaan tempat-tempat maksiat itu, “ ujarnya.

Hal senada dikatakan mantan Ketua PMII Kota P. Sidimpuan Ibrahim Nasution yang menyayangkan sikap mendua Pemko setempat dalam melarang keberadaan tempat-tempat maksiat di Kota P. Sidimpuan

“Sudah banyak remaja kota P. Sidimpuan yang terjerumus kepada kemaksiatan akibat keberadaan pondok-pondok maksiat itu, apakah akan terus kita biarkan, hingga moral generasi muda kota ini benar-benar rusak, “ cetusnya.

Menurutnya, sebagai pemimpin daerah dan umat, Walikota P. Sidimpuan merupakan orang yang paling bertanggungjawab dan berdosa jika moral generasi muda kota ini hancur akibat keberadaan pondok-pondok maksiat itu.

“Silakan, Pemko menyurvei tingkat keperawan remaja SMP, SMA di kota ini, maka anda akan tercengang dan miris melihatnya,” tantang Ibrahim.

Diharapkannya, Walikota P. Sidimpuan segera berdialog dengan, Kapolres dan MUI untuk menemukan formula ampuh dalam menghambat laju wabah kemaksiatan di Kota P. Sidimpuan.

Tindak Tegas

Terpisah, Ketua DPRD Kota P.Sidimpuan Aswar Syamsi Lubis meminta sekaligus mendesak Pemerintah setempat untuk bertindak tegas terhadap pemilik atau pengelola kafe pondok yang menyediakan lokasi mesum maupun terhadap pasangan yang berbuat mesum di lokasi tersebut karena bertentangan dengan norma-norma yang ada.

Baca Juga :  Pipa Air Leding Rusak di Kampung Toba, Sudah Dilaporkan Warga Tapi Tak Kunjung Diperbaiki.

“Saya minta Pemko P. Sidimpuan untuk melakukan penertiban tempat-tempat maksiat, terutama cafe pndok berbau mesum sebelum akidah dan moral masyarakat semakin bobrok”, imbuhnya.

Menurutnya, Pemko P.Sidimpuan berkewajiban membina pemilik atau pengelola kafe pondok yang telah diatur dengan Perda maupun dengan Peraturan Walikota, agar usaha yang dijalankan masyarakat tidak menyimpang dari ketentuan yang ada.

”Walikota sebagai pemegang mandat bisa memerintahkan Satpol PP untuk menegakkan aturan yang ada”, tegasnya. (hih)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*