Pemko Sidimpuan Gagal Tertibkan PKL

Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan kembali gagal menertibkan pedagang kakilima (PKL), di seputaran Jalan Thamrin, Patrice Lumumba I, II, Wahidin, Mongonsidi dan Jalan Mangga, Kamis (6/11).

Pantauan Analisa, gagalnya penertiban itu, setelah ratusan PKL memblokir jalan Thamrin (simpang jalan Patrice Lumumba) sehingga petugas gabungan dipimpin Sekdako P. Sidimpuan Zul Feddy Simamora kesulitan masuk ke kawasan tersebut.

Guna menghindari bentrokan, akhirnya Sekdako P. Sidimpuan melalui pengeras suara mengajak perwakilan PKL untuk berdialog di kantor walikota setempat. ” Mohon perwakilan PKL bersedia berdialog di kantor walikota guna mencari solusi terbaik,” imbuhnya.

Dijelaskan, rencana penertiban demi kenyamanan, keamanan berjualan dan kesejahteraan PKL. “Arus lalu lintas bisa lancar, PKL sejahtera, nyaman serta aman berjualan di lokasi yang disediakan pemerintah seperti pasar Inpres Sadabuan, Padangmatinggi dan Pajak Batu,” tuturnya.

Ditambahkan, penertiban juga dimaksudkan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor : 41/2003 Tentang Peruntukan dan Pengunaan Jalan di Kota P.Sidimpuan serta Perda Nomor;08/2005 Tentang Peraturan dan Pembinaan PKL.

Koordinator PKL masing-masing Timbul Simanungkalit dan Hendrawan menerima tawaran untuk membicarakan nasib PKL di kantor walikota.

Usai mendengarkan keterangan Sekdako akhirnya ratusan PKL membubarkan diri dan kembali melaksanakan aktivitasnya seperti biasa.

Turut dalam rombongan petugas gabungan, Kapolres Kota P.Sidimpuan AKBP M Helmi Lubis, Asisten I A.R Marjoni, Kadishub Ahmad Bestari Lubis, Kasat Pol PP Samadi, Kadisperindag, UKM, Kop, Pasar Armen Dame Harahap, Kabag Hukum Rahmat Nasution, dan Kabag Humas Rahmat Irmansyah. (hih)

Baca Juga :  Total Rp236 M - Perbaikan Jalan Pantai Barat

/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*