Pemko Sidimpuan Tak Punya Dana Teliti Jajanan

JAJANAN BERBAHAYA - Jajanan anak yang sering ditemui di pinggir jalan, termasuk sekitar sekolah sering dalam kondisi tak layak saji. Bahan pengawet, zat pewarna, dan bahan kimia berbahaya lainnya sering melengkapi jajanan anak. Anak-anak SD jajan di pinggir sekolahnya.

Akibat tidak memiliki anggaran yang cukup untuk meniliti jajanan yang diperdagangkan di sekitar lingkungan Sekolah Dasar (SD), Dinas Kesehatan Pemko Padangsidimpuan hanya akan mengintensifkan pengawasan berupa pemeriksaan makanan ke beberapa kantin sekolah.

Demikian Kadis Kesehatan Pemko P. Sidimpuan, drg.Hj Doria Hafni MKes, melalui Kabid Promosi Jaminan dan Sarana Kesehatan, Khairul Harahap S.Sos kepada wartawan, baru-baru ini.

Diakuinya, memeriksa dan meneliti jajanan mulai dari bahan makanan, campuran, kebersihan, dan kesehatan lingkungan atau wadah tempat makanan sangat penting dilakukan, namun Bidang Promosi Jaminan dan Sarana Kesehatan yang membidangi itu tidak punya anggaran cukup.

“Jadi pandai-pandai kita sajalah menggunakan anggarannya. Itupun bukan cuma di SD, tapi juga pengawasan di kantin SMP dan SMA sederajat,” ujarnya.

Disinggung terakhir kali Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan dan penelitian terhadap makanan dan minuman Khairul mengatakan, sekitar dua tahun lalu dan itu sifatnya menyeluruh yakni makanan dan minuman yang dijual di seluruh Kota Padangsidimpuan.

“Kita memeriksa makanan dan minuman yang diperdagangkan di seluruh Kota Sidimpuan, lalu mengirimnya ke BPOM Sumut untuk diteliti. Jadi bukan khusus jajanan anak sekolah saja,” terangnya.

Diharapkannya, kedepan anggaran untuk pemeriksaan serta penelitian makanan dan minuman dialokasikan di APBD atau Perubahan APBD dan dengan jumlah yang cukup karena pemeriksaan dan penelitian makanan di sekitar lingkungan sekolah ini sangat penting sebab menyangkut kesehatan dan masa depan para generasi penerus bangsa.

Baca Juga :  ICW: Jika Mangkir Lagi, Syamsul Harus Dijemput Paksa

Sebelumnya, Kadis Kesehatan, drg. Hj Doria Hafni MKes, mengaku pihaknya memfungsikan para dokter kecil untuk mensosialisasikan tipe makanan sehat dan boleh dikonsumsi teman-teman mereka di sekolah.

Selain itu, Dinkes juga berencana membuat imbauan berupa selebaran ke seluruh sekolah tentang makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.

“Meski anggaran pengawasan makanan tidak mencukupi. Dinkes tetap melakukan berbagai upaya untuk menyehatkan masyarakat, yakni melalui sosialisasi dan imbauan serta memungsikan para dokter kecil,” katanya.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota P. Sidimpuan, H Khoiruddin Nasution SE menegaskan, jika pihaknya siap memperjuangkan dana penelitian jajanan anak sekolah untuk ditampung di APBD maupun PAPBD.

Meski dengan catatan Dinkes harus bisa membuat penjelasan dan jaminan bahwa anggaran yang akan ditampung agar nantinya benar-benar digunakan untuk pengawasan, pemeriksaan, dan penelitian makanan dan minuman.

“Kalau demi kesehatan masyarakat, kita siap memperjuangkannya. Tapi harus ada penjelasan dan jaminan kalau seluruh anggaran itu benar-benar digunakan untuk pengawasan, pemeriksaan, penelitian makanan dan minuman yang beredar di daerah ini,”terangnya. (hih)(analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*