Pemprov Sumut Ultimatum Pemkab Tapsel

Selasa, 2 Juni 2009 | 20:06 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengultimatum Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk segera memindahkan ibu kota kabupaten, dari Padang Sidimpuan ke Sipirok. Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 37 dan 38 Tahun 2007 tentang pembentukan Kabupaten Padang Lawas Utara dan Padang Lawas, Sipirok ditetapkan menjadi ibu kota kabupaten induk, Tapanuli Selatan.

Sebelum pemekaran, ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) adalah Padang Sidimpuan. Dalam kedua Undang-Undang diatur ketentuan bahwa paling lambat 18 bulan setelah diundangkannya pembentukan Padang Lawas Utara dan Padang Lawas, ibu kota Kabupaten Tapsel dipindah dari Padang Sidimpuan ke Sipirok. Namun hingga saat ini, kompleks pemerintahan Tapsel masih tetap berada di Padang Sidimpuan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) RE Nainggolan mengatakan, Pemprov Sumut telah secara resmi menyurati Pemkab Tapsel agar segera menaati ketentuan UU tersebut. Namun, menurut Nainggolan, masih belum ada jawaban resmi mengapa Pemkab Tapsel masih juga belum memindahkan ibu kotanya ke Sipirok.

“Sebenarnya kami tak mau ikut campur dalam polemik ini. Tetapi kami sudah mengirimkan surat untuk mengingatkan Pemkab Tapsel, sekarang sudah melewati masa yang ditentukan undang-undang, bahwa ibu kota kabupaten harus dipindahkan ke Sipirok,” kata Nainggolan di Medan, Selasa (2/6).

Nainggolan mengatakan, meski mengingatkan Pemkab Tapsel agar segera memindahkan ibu kotanya dari Padang Sidimpuan ke Sipirok, tetapi Pemprov Sumut tak bisa berbuat apa-apa jika Pemkab Tapsel masih belum juga melakukan ketentuan undang-undang tersebut. “Memang tidak ada sanksinya kalau mereka belum mau memindahkan ibu kota kabupaten,” kata Nainggolan.

Baca Juga :  Wakil Walikota Sidimpuan Buka Kongres IV Perempuan GKPA

Perpecahan

Polemik pemindahan ibu kota Kabupaten Tapsel juga telah menimbulkan perpecahan di antara Bupati Ongku Parmonangan Hasibuan dengan Wakil Bupati Aldinz Rapolo Siregar. Ongku masih tetap ngotot berkantor di Padang Sidimpuan, sementara Aldinz kini memilih berkantor di Sipirok. “Dalam soal pemindahan ibu kota kabupaten ini, kami memang sudah enggak cocok,” ujar Aldinz.

Menurut Aldinz, berdasarkan ketentuan UU No 37/2007 dan UU No 38/2007 dijelaskan, Tapanuli Selatan sebagai kabupaten induk dari Padang Lawas Utara dan Padang Lawas, akan beribu kota di Sipirok maksimal 18 bulan setelah diundangkan. Kedua UU pembentukan daerah otonom tersebut diundangkan 10 Agustus 2007. “Itu artinya maksimal 10 Februari 2009, ibu kota Tapsel sudah harus dipindah ke Sipirok,” kata Aldinz.

Kepindahan Aldinz berkantor di Sipirok sudah sepengetahuan Ongku. Menurut Aldinz, dia sudah secara resmi menyurati Ongku. “Tanggal 9 Agustus saya menyurati Bupati, bahwa akan melaksanakan tugas-tugas pemerintahan sebagai Wakil Bupati di Sipirok,” katanya.

Aldinz menolak berkomentar seputar penolakan Ongku untuk memindahkan ibu kota Tapsel ke Sipirok. “Itu menjadi hak Bupati untuk menjelaskannya. Tidak etis kalau saya yang berkomentar,” katanya.

Sampai sekarang Aldinz terpaksa harus berkantor di rumah pribadinya dengan ditemani seorang ajudan dan sopir. “Jelas saya mengalami hambatan dalam menjalankan tugas-tugas sebagai Wakil Bupati,” katanya.

Persoalan lain soal pemindahan ibu kota Tapsel ke Sipirok, kata Aldinz, adalah belum adanya kompleks pemerintahan yang bakal dibangun di Sipirok. Sampai saat ini, belum ada pertapakan di Sipirok untuk membangun kompleks pemerintahan yang baru. Mestinya waktu 18 bulan setelah diundangkannya pembentukan Padang Lawas Utara dan Padang Lawas itu digunakan mempersiapkan pemindahan ibu kota kabupaten. “Tetapi sampai sekarang, lahan untuk kompleks pemerintahan baru pun masih belum jelas,” katanya.

Baca Juga :  Poktan Lestari Huta Padang Sidimpuan dan PPL WKPP Panen Perdana Buncis

Sumber: www.kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*