Pemprovsu Tak Sinergis, Pantai Barat Terus Tertinggal

MEDAN (Berita): Anggota DPRD Sumut Nurul Azhar Lubis berpendapat, kawasan Pantai Barat terus tertinggal dibanding daerah lain di Sumatera Utara, karena kurangnya sinergitas antara pimpinan di provinsi dengan kepala daerah di kabupaten/kota.

“Secara resmi, kita melihat pertemuan kepala daerah hanya pada musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), setelah itu tidak ada lagi. Saya kira ini tidak cukup menjawab banyaknya persoalan di kabupaten/kota,” kata anggota dewan dari Fraksi PPP DPRD Sumut kepada pers, Kamis (15/03).

Menurut Nurul, sejak dipimpin sejumlah gubernur di Sumut, pembangunan infrastuktur, termasuk sarana jalan, termasuk jalan di Aek Latong, di Tapsel tidak pernah mengalami perubahan.

“Itu baru yang saya ketahui, belum lagi persoalan sosial yang terjadi, termasuk kemiskinan di kawasan Pantai Barat,” sebut Nurul. Sesungguhnya, lanjut Nurul, semua persoalan yang ada di kawasan Pantai Barat dapat diselesaikan, jika Plt Gubsu tidak henti-hentinya melakukan kordinasi dengan kepala daerah.

“Harus ada kekuatan dan sinergitas, yang memungkinkan terjalinnya komunikasi yang intens antara jajaran pimpinan provinsi dengan kepala daerah termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” katanya.

Kawasan Pantai Barat yang mencakup wilayah pesisir Tapanuli dan kawasan terdekat merupakan potensi yang sangat besar, baik dalam sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya.

Terpusat di Medan

Tetapi, menurut Nurul, tidak terlihat adanya keseimbangan pembangunan yang sebagian besar terpusat di Kota Medan sebagai ibukota provinsi. “Contoh kecil, tidak terlihat sebuah ikon berupa perguruan tinggi atau sekolah di Tapsel yang mampu melahirkan tenaga SDM handal untuk membangun daerahnya sendiri,” katanya.

Baca Juga :  5.000 Pengungsi Gunung Sinabung Mulai Kembali ke Rumah

“Yang kita lihat malah banyak warga dari Tapsel sana yang berbondong-bondong ke Medan mencari hidup. Setelah berhasil, mereka bukannya pulang kampung, tetapi malah berbaur dan sampai akhir hayat mereka berada di Kota Medan,” ujarnya.

Berdasarkan amatannya, banyak pejabat di Pemprovsu dan Kota Medan yang sebagian besar adalah putra-putra terbaik dari Tapanuli. “Ini sudah berlangsung lama, ketika pejabat dari satu daerah berkuasa, maka hampir semua jajarannya berasal dari daerah yang sama,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Nurul, perlu dikonsep keseimbangan yang memungkinkan pembangunan tetap merata sampai ke pelosok, termasuk Pantai Barat. “Caranya, ya itu, harus ada sinergitas, antara pemimpin di provinsi dengan di kabupaten/kota.

Perluas juga penguatan komunikasi yang tidak terbatas pada forum-forum resmi, tetapi pertemuan-pertemuan informal, seperti meeting terjadwal yang bisa saja digagas Pemprovsu, guna mengetahui up-date dari perkembangan daerah masing-masing,”ujarnya. Dengan demikian, akan lahir gagasan-gagasan atau solusi dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi masing-masing daerah. (irm)

beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*