Pemudik Asal Padangsidimpuan Melahirkan di Dalam Mobil

Pemudik asal Kota Padangsidimpuan, Jamilah (25) melahirkan di mobil saat melintas di Kota Pematangsiantar, Kamis (16/9) sekira pukul 10.00 WIB. Oleh petugas Pospam I di Jalan Medan, tidak jauh dari Simpang Rami, warga Jalan Teuku Umar, Kelurahan Losung, Kecamatan Sidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan itu dibawa ke Puskesmas Rami, di kawasan Simpang Kerang.

Suami Jamilah, Adi Rahman Harahap (30) yang ditemui Metro Siantar (grup JPNN) di Puskesmas Simpang Kerang menerangkan kemarin mereka menuju Padangsidimpuan, setelah berlebaran di rumah mertuanya di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara selama 10 hari. Dari Batu Bara, katanya, ia dan istrinya yang tengah hamil 9 bulan, serta ketiga anak mereka menumpang mobil Daihatsu Granmax BB 8943 FA. Mereka berangkat menumpang dua mobil dan berkonvoi menuju Padangdisimpuan. Satu mobil lagi, Suzuki Carry, ditumpangi 6 kerabatnya.

Setibanya di Kota Tebing Tinggi sekira pukul 09.30 WIB, Jamilah yang duduk di bangku depan mendadak kesakitan. Adi yang khawatir segera menyarankan agar mereka singgah di salah satu klinik yang dilewati. Namun Jamilah menolak. Sebab menurut perhitungannya, anak keempat mereka baru akan lahir beberapa hari lagi, saat sudah tiba di Padangsidimpuan. Apalagi, katanya, tidak ada tanda-tanda akan melahirkan, seperti pecah ketuban.

Karenanya, Adi yang mengendarai mobil pun langsung tancap gas dan melanjutkan perjalanan. Namun saat mereka berada di kawasan Dolok Merangir, Kabupaten Simalungun, Jamilah kembali mengeluh sakit. Hanya saja lagi-lagi ia meyakinkan suaminya agar tidak khawatir.

Baca Juga :  Ilmu Pengetahuan: Lidah Api Matahari

Adi terus melanjutkan mengemudi. Namun tak lama, kepala bayi keluar dari rahim Jamilah disertai darah yang mengucur di jok mobil yang didudukinya. Tentu saja Adi kaget. Adi melihat setengah tubuh bayi sudah keluar dan menggantung di paha Jamilah. Adi melanjutkan perjalanan hingga tiba di Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok. Ia pun sibuk mencari rumah bidan atau klinik yang bisa memberikan pertolongan kepada istri dan bayinya.

Karena panik, Adi tidak melihat ada rumah bidan atau klinik di sepanjang jalan. Akhirnya ia menemui Pospam I di Jalan Medan, Simpang Rami. Di sana ia meminta tolong kepada petugas untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Petugas segera mengevakuasi Jamilah ke dalam mobil ambulancs yang memang telah stand by di lokasi. Jamilah pun dilarikan ke Puskesmas terdekat, yaitu Puskesmas Rami, Jalan Sumber Jaya I, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba. Di Puskesmas, Jamilah langsung ditolong bidan dan perawat hingga bayinya lahir normal. Oleh ayahnya, bayi laki-laki itu diberi nama Imam Samudra.

“Untunglah pak polisi tadi cepat menolong dan melarikan istriku ke Puskesmas. Kalau tidak, entah bagaimana jadinya. Kami sudah beri nama dia Imam Samudra. Semoga dia selalu sehat dan mempunyai masa depan yang bahagia,” kata Adi.

Sementara Kasatlantas Polresta Pematangsiantar AKP Hendrik Situmorang yang ditemui di Puskesmas Rami usai mengantar Jamilah mengatakan, pihaknya langsung mengevakuasi Jamilah ke mobil ambulans yang stand by di Pospam. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi atas hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk seperti yang dialami Jamilah.

Baca Juga :  Selesaikan Sengketa Tanah di Pantai Barat

“Begitu mereka minta tolong, langsung kita evakuasi ke ambulans dan kita larikan ke Puskesmas terdekat. Saya tadi langsung ucapkan selamat atas kelahiran bayinya dengan ukuran dan berat normal,” kata Hendrik.

Kepala Puskesmas Rami, dr Dyah Permatasari mengatakan bayi tersebut lahir normal dan sehat. Saat lahir, berat badannya 2,5 kilogram dan panjang 48 centimeter. Pihak Puskesmas melarang Jamilah untuk langsung pulang usai melahirkan. Minimal, katanya, selama 6 jam Jamilah harus beristirahat di Puskesmas.

“Kita sedang membuatkan surat kelahiran bayinya. Tadi mereka meminta untuk langsung pulang, tapi kami larang. Sebab nggak bagus untuk kesehatan ibu dan bayi,” katanya. (mag-16)

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2010/09/18/72481/Pemudik-Melahirkan-di-Mobil

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*