Pemudik Diimbau Waspada – Aek Latong Rawan Macet dan Longsor

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengatakan, di Sumut terdapat 147 lokasi rawan kemacetan, longsor dan banjir yang harus diwaspadai masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran. Salah satunya, Jalinsum Aek Latong.

Dalam rapat koordinasi dengan unsur muspida di DPRD Sumut di Medan, belum lama ini, Kapolda mengatakan, jumlah itu terdiri atas 50 lokasi rawan longsor, 77 titik rawan kemacetan, dan 20 lokasi rawan banjir. Menurut Kapolda, sebanyak 50 lokasi rawan longsor tersebut tersebar di 19 satuan wilayah di jajaran Polda Sumut. “Dua lokasi di lintas barat, 39 lokasi di lintas timur, dan sembilan tersebar di lokasi lain,” katanya.

Di antaranya, kata Kapolda, Km 134 kawasan Aek Latong, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Km 206-107 Desa Aek Popo, Kabupaten Dairi, dan Km 56 Desa Simangumban, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Demikian juga dengan Desa Tano Bato, Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Km 248 Tappahan, Kabupaten Samosir, Km 176 dan Km 157,9 jalan lintas Medan-Pakpak Bharat.

Adapun 77 lokasi rawan kemacetan tersebar di 17 satuan wilayah. “30 lokasi di lintas barat, 31 lokasi di lintas timur, dan 16 berada di lokasi lain,” katanya. Beberapa lokasi rawan kemacetan itu berada Km 220 Aekkanopan, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Km 40-41 Pasar Bengkel, Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Jalan Sutomo Pematang Siantar, dan Km 61,8 Desa Sumber Muff.

Baca Juga :  Kejurnas Tinju Kadet & Junior - 5 Atlet Tinju Psp Raih 4 Emas 1 Perunggu

Demikian juga dengan Km 0,1 Pasar Lama, Penyabungan, Mandailing Natal, Jalan Sisingamangaraja Km 224-225, Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, serta Simpang Sembada Jalan Jamin Ginting, Kota Medan. Untuk kenyamanan menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Lebaran, masyarakat.

Metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*