Pemudik Medan – Riau Diimbau Ambil Jalur Sibuhuan – Gunung Tua

Jalinsum Sosopan, Kabupaten Padang Lawas-Aek Godang, Padang Lawas Utara saat ini sedang tahapan perbaikan terkait pembangunan jalan sistem multy years dari perbatasan Aek Godang dengan Palas hingga ke Huta Baru Siundol, Kecamatan Sosopan. Untuk mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan Palas mengimbau pemudik agar memilih jalan via Sibuhuan-Gunung Tua, jika dari Medan hendak ke Riau atau sebaliknya, serta dari Rantau Prapat ke Riau juga sebaliknya, mengingat kondisi jalan itu cukup baik.

Kepala Dinas Perhibungan Palas, Irwan Marajo Lubis SSos menuturkan, untuk membantu pemudik dan menghindari kemacetan di sepanjang jalan Kabupaten Palas, pihaknya membuka pos PAM lebaran di titik pintu masuk Kabupaten Palas tepatnya di Desa Menanti Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau. Pos PAM itu mulai H-7 lebaran dan H plus 7 lebaran dengan jumlah petugas dua orang setiap hari.

“Jalinsum di Palas yang diperkirakan rawan macet adalah jalan via Sosopan, karena saat ini sedang ada perbaikan jalan. Sehingga penggalian parit tertumpuk ke badan jalan yang membuat jalan menyempit. Dan yang diperkirakan rawan macet hanya via jalan ini. Sedangkan untuk Jalinsum Sosopan-Sibuhuan, Sibuhuan-Gunung Tua diperkirakan tidak akan terjadi kemacetan,” ujar Irwan kepada METRO, Minggu (5/9).

Kepala Kantor (Kakan) Satpol PP Palas, Iskandar Z Lubis mengatakan, pihak Satpol juga menurunkan personelnya untuk pengamanan dan penertiban saat hari raya, termasuk untuk PAM lebaran. Pihaknya menurunkan dua personel setiap hari.”Sejak H minus 7 lebaran hingga H plus 7 lebaran, setiap hari ditugaskan 2 personel Satpol PP untuk memantau kondisi arus lalu-lintas dan ketertiban umum, mulai dari titik Sosopan, Barumun hingga Barumun Tengah,” terangnya.

Hal senada disampaikan Kakan Kesbang dan Politik Kabupaten Palas, Parlindungan Siregar SSos. Disebutkannya, untuk menciptakan kekondusifan dan kenyamanan selama bulan Ramadan, Kantor Kesbang membuka posko di pusat Pasar Sibuhuan serta di depan kantor Kesbang untuk membantu pemudik. Termasuk jika ada pemudik yang ban kendaraannya bocor, tidak mengetahui jalan serta hal lainnya. Kesbang menempatkan empat personel setiap hari di posko.

“Kita juga membuka posko penangulangan hambatan di jalan, termasuk jika ada pohon tumbang dan gangguan lainnya di jalanan berkoordinasi dengan pihak terkait,” ucapnya.

Penulusuran METRO mulai dari titik jalan perbatasan Kabupaten Palas dengan Kabupaten Rohul Riau, dan Kabupaten Paluta, keruskan jalan yang paling parah terdapat di Jalinsum Sibuhuan hingga ke perbatasan Kecamatan Portibi, Kabupaten Paluta. Di mana di badan jalan mengalami kerusakan yang membentuk kubangan kerbau. Sedangkan di jalinsun via Sosopan banyak material bangunan bertumpukan di sepanjang badan jalan mulai dari Desa Huta Bargot hingga perbatasan Kecamatan Ulu Sihapas Kabupaten Paluta.

Baca Juga :  Selama 2010, Kasus Penganiayaan 213 Berkas

Jalan yang tergolong paling aman baik untuk kenyamanan yakni Jalinsum Sosa-Sibuhuan, Sibuhuan-Gunung Tua. Di Jalinsum tersebut juga terdapat SPBU, bengkel, serta jajan makanan.

“Kalau saya lebih memilih Jalinsum via Sosa-Gunung Tua untuk mudik nanti,” ujar Malik Chaniago warga Padang yang berencana mudik pada H-2 lebaran nanti, yang saat ini tinggal di Sosa dan bekerja di perkebunan swasta.

Salat Ied Dipusatkan

di Lapangan Merdeka

Salat Idul Fitri atau Ied pada Jumat (10/9) mendatang, dipusatkan di Lapangan Merdeka Sibuhuan. Seluruh pejabat Pemkab Palas yang beragama Islam diwajibkan untuk melaksanakan salat Ied.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Palas, Drs Badarun Pasaribu yang juga ketua panitia acara mengatakan, seluruh pejabat eselon baik III hingga eselon II di lingkungan Pemkab Palas wajib melaksanakan salat Idul Fitri di Sibuhuan. Dalam salat Idul Fitri nanti, yang bertindak sebagai khatib adalah ustadz Ahmad Fauzan Nasution SQ SHI, sedangkan imamnya ustadz Abdul Hamid.

“Sesuai instruksi Bupati Palas, pejabat Palas melaksanakan salat Idul Fitri di Sibuhuan. Dan sebelum hari raya tiba, pada malam harinya digelar pawai takbiran sepanjang keliling Kelurahan Sibuhuan hingga ke Pasar Latong Kecamatan Lubuk Barumun,” ujarnya kepada METRO, Minggu (5/9).

H-5 Lebaran, Jalinsum Paluta masih Sepi Pemudik

H minus 5 (H-5) hari raya Idul Fitri 1431 H, atau Minggu (5/9), arus lalu-lintas kendaraan di sepanjang jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Padang Lawas Utara belum menunjukkan peningkatan. Beberapa pemudik yang melintas di Jalinsum Paluta lebih didominasi oleh kendaraan roda dua.

Pantauan METRO di lapangan, Minggu (5/9), arus angkutan yang melintas di Jalinsum Paluta pada H-5 lebaran belum padat, baik yang datang dari arah Kabupaten Labuhan Batu dan Tapanuli Selatan dengan tujuan sejumlah kota di Sumatera atau sebaliknya. Kendaraan yang melintas masih didominasi angkutan jenis truk atau angkutan barang.

Angkutan penumpang jenis bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) belum banyak terlihat. Pun demikian dengan kendaraan mobil pribadi. Kalaupun ada, hanya sesekali terlihat melintas.

Salah seorang pemudik, Indra Nasution (34), yang ditemui METRO saat beristirahat di tepi Jalan Lintas Gunung Tua-Padangsidimpuan, Desa Sigama, Minggu (5/9) menuturkan, dirinya mudik dengan menggunakan mobil pribadinya dari Jakarta. Indra mengaku sudah dua hari di perjalanan untuk lebaran di kampung halamannya di Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. “Sudah dua hari kami di perjalanan dek dari Jakarta. Sudah banyak jalan nasional yang kami lalui. Cuma di sepanjang Jalinsum Paluta saja yang belum padat dari pemudik,” sebutnya.

Baca Juga :  Anggota KPU Ir Edi Potan Siregar ; Pilkada Tapsel 2010, Harus di Jadikan sebagai Proses Pendidikan Politik Masyarakat

Hal senada diungkapkan Anwar (35). Dia mengaku selama di perjalanan dari Perbaungan hingga Kabupaten Paluta arus kendaraan masih sepi dan belum padat. Dari Rantau Prapat ke Halongonan pun bisa ditempuh sekitar tiga jam, karena lalu-lintas belum padat.

“Jalan di sepanjang Jalinsum Paluta masih sepi sehingga bisa kami bisa cepat sampai di Halongonan. Kalau sudah H-2, mungkin arus mudik sudah ramai. Kami sengaja pulang lebih awal karena menghindari macet,” ungkapnya yang mengaku membawa seluruh keluarganya untuk lebaran di kampung karena akan ada pesta seusai lebaran di kampungnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Paluta, Drs Yusnal Daulay mengatakan, untuk persiapan selama arus mudik dan balik lebaran, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pengamanan ataupun untuk pos kesehatan. Ini dimaksudkan agar dapat meminimalkan berbagai tindakan atau hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya pada masa arus mudik dan balik.

“Dishub Paluta bersama instansi terkait dan Satlantas Polres Tapsel menyiapkan posko lebaran terpadu 2010 di daerah perbatasan antara Kabupaten Paluta dengan Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang jauh dari pemukiman warga. Posko lebaran itu ditempatkan di daerah perbatasan antara Kabupaten Labusel dengan Kabupaten Paluta tepatnya di Jalinsum Simpang Baragas.

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Pemudik_Diimbau_Ambil_Jalur_Sibuhuan-Gunung_Tua

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*